Jurus(kurang)Jitu FKUIN Jakarta-RSUP Fatmawati

Sebuah catatan singkat selama menjalani koas, lebih lengkapnya silahkan cek di Youtube kanal Abdihilap.com

Video abdihilap

Temukan lebih banyak video hanya di kanal abdihilap.com di Youtube

Pages

Kamis, 29 Maret 2012

PROF.dr.EKA SANG "MEKANIK BATANG OTAK"

Sampai saat ini, Indonesia masih sangat kekurangan dokter ahli bedah. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, dokter ahli bedah yang dimiliki baru 120 orang atau rasionya 1 : 2 juta. Artinya, satu orang dokter bedah harus melayani 2 juta penduduk.

Dari jumlah yang sedikit itu, Prof dr Eka Julianta Wahyoepramono adalah salah satunya. Spesialisasinya pada ahli bedah syaraf (neurosurgeon), khususnya bedah batang otak, tentu saja membuat dr Eka Julianto makin menjadi orang dengan profesi yang langka di negeri ini.

Sebagai ahli bedah syaraf, nama dr Eka Julianta tak diragukan lagi. Reputasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi sudah mendunia. Misalnya, dia adalah visiting professor di Harvard
University Medical School. Prestasi ini sampai saat ini belum bisa disamai oleh dokter-dokter Indonesia lainnya.

Alasan seperti itulah yang membuat Pitan Daslani kemudian menuliskan biografi dr Eka Julianta. Buku yang diberi judul Tinta Emas di Kanvas Dunia itu diluncurkan di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur.



Kenapa diberi judul "Tinta Emas"? Bukankah sebagai dokter bedah mestinya dr Eka biasa memegang pisau dan peralatan-peralatan bedah lainnya? Rupanya Pitan punya alasan sendiri. "Dokter Eka telah menorehkan tinta emas dalam sejarah kedokteran, ketika untuk pertama kalinya dokter Indonesia dijadikan sebagai referensi bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di seluruh dunia," katanya.

Dr Eka Julianta Wahjoepramono adalah satu-satunya dokter yang mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia. Ia tercatat sebagai dokter pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien. Sukses ini juga yang melambungkan namanya ke kancah internasional, dan disegani dokter-dokter bedah saraf dunia.

"Saat ini juga, Dokter Eka saya nyatakan dicatatkan di rekor Muri, karena prestasinya berhasil membedah batang otak," ujar pendiri Muri Jaya Suprana saat peluncuran buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Jaya Suprana, yang juga pemilik perusahaan Jamu Jago Indonesia, prestasi Dr Eka luar biasa. "Sepengetahuan saya, batang otak tidak boleh diutak-atik. Tabu. Saking tabunya, batang otak disebut urusan Tuhan. kalau Dokter Eka menjadi bisa mengutak-atik batang otak, berardi anda ini sudah bagian dari Tuhan," kata Jaya, yang dikenal sebagai pemusik dan suka melawak.

Penulis Buki Tinta Emas di Kanvas Dunia , Pitan Daslani mengatakan, sudah mengecek se-Asia, sejauh ini, baru Dr Eka yang pertama dan berhasil membedah batang otak.

Prestasi membedah otak berawal 20 Februari 2001. Ketika itu, Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak.

"Saat itu, dunia termasuk dokter bedah saraf pun belum berani mengutak-atik batang otak. Karena kalau salah sedikit, pasti mati atau lumpuh. Tapi karena pilihannya mati atau hidup, saya beranikan diri membedah batang otak Pak Ardiansyah ini," ujar Dr Eka sambil menunjuk Ardiansyah yang berdiri di sampingnya.

Ardiansyah soerang yatim piatu. Saat itu dia datang diantar seorang kakaknya. Dalam peluncuran buku kemarin, ia juga memberi kesaksian. "Saya sudah pasrah, karena sakitnya. Alhamdulillah, dokter Eka ini dapat merawat. Saya ucapkan terima kasih," ujar Ardiansyah.

Selain Ardiansyah, ada lagi pasien miskin, Jumiati. Mahmud, suaminya, kepala sekolah swasta di Cengkareng, Jakarta Barat. Untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, Mahmud bekerja sambilan sebagai pemulung sampah. Operasi Ardiansyah dan Jumiati dilayani Dr Eka secara cuma-cuma di RS Siloam.

Bedah buku dipandu presenter Kick Andi, Andi F Noyo dengan pembicara Dr Eka, pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana, dan penulis buku Pitan Daslani. Sejumlah pasien yang berhasil diselamatkan hadir dan memberi kesaksian, keluarga mantan pasien yang gagal operasi dan meninggal pun tetap memuji karya dokter Eka.

Pasien lainnya, anggota TNI Angkatan Udara Kolonel Budi Laksono, mengatakan kesalutannya akan keberhasilan Dr Eka memulihkan kondisi kesehatannya dari serangan stroke. "Saya sudah 10 tahun menderita stroke. Dulu saya pilot TNI AU untuk pesawat Falcon-15 (F-15) dan F-16, dan Hercules. Walau tidak bisa lagi bermain-main di udara, saya bersyukur karena bisa karena bisa aktif di TNI AU sebai staf," ujar Budi.

Pujian lainnya dikemukakan Ny Lana Sarwono, janda Sarwono gagal saat mengalami operasi kedua kali. "Semula, saya mengalami pergulatan batin, mengapa Dokter Eka gagal menyelamatkan suami saya. Tetapi akhirnya saya dapat menerima, inilah takdir dari Tuhan dan saya mengikhlaskan suami saya pergi," kata Lana, sebelum menerima buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia.

Lana melanjutkan, di balik kegagalan operasi otak suaminya, masih ada hikmah. Lana menandaskan, "Saya berharap kiranya Dokter Eka dapat menyelamatkan lebih banyak, ratusan bahkan ribuan orang penderita otak."

HIKMAH KESEHATAN PENGUCAPAN "ALLAH"

Source from Indonesian Moslem Student Association of North America

Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist yang bernama Vander Hoven, profesor tersebut telah mengadakan sebuah survey terhadap pasien di rumah sakit Belanda yg semuanya non muslim selama tiga tahun. Dalam penelitian tersebut Vander Hoven melatih para pasien untuk mengucapkan kata "Allah" ( Islamic pronouncing ) dengan jelas dan berulang-ulang. 

Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress / ketegangan [ tension ]. "AL-Watan", surat kabar Saudi telah mengutip dari pernyataan profesor tersebut yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur'an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit yang ada hubungannya [ psychological diseases ]

VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata "Allah" sebagai solusi dari kesehatan , ia menekankan dalam penelitiannya bahwa huruf pertama dalam ALLAH yaitu 'A' dapat melonggarkan [ melancarkan ] pada jalur pernafasan [espiratory system ], dan mengontrol pernafasan [ controls breathing ]. Dan untuk huruf konsonan ' L ' dimana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax , juga Vander Hoven menambahkan bahwa huruf ' H ' pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-paru dan Jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung [ heart beat ].
Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, dimana penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-Qur'an ini sangat mengejutkan para ahli kesehatan di Belanda. Sekarang bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim yang meyakini akan kebesaran kitab Suci Al Qur'an, sudahkan membaca dan mengamalkannya..?

================================ O =====================================

Jumat, 02 Maret 2012

NEGERI 5 MENARA

Setelah menonton film Negeri 5 Menara semalam, saya tergugah untuk memposting alur ceritanya.

Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Bukittinggi, adalah seorang anak desa yang sangat pintar. Ia dan teman baiknya, Randai, memiliki mimpi yang sama: masuk ke SMA dan melanjutkan studi di ITB, salah satu universitas terbaik di negeri ini. Selama ini mereka menganyam pendidikan di sekolah agama Islam. Mereka merasa sudah cukup menerima ajaran Islam dan ingin menikmati masa remaja mereka seperti anak-anak remaja lainnya di SMA.

Alif mendapat nilai tertinggi di sekolahnya yang membuatnya merasa akan lebih terbuka kesempatan untuk Amak-nya (Ibu) memperbolehkannya masuk sekolah biasa, bukan madrasah lagi. Namun Amak menghapus mimpinya masuk SMA. “Beberapa orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah agama karena tidak cukup uang untuk masuk ke SMP atau SMA. Lebih banyak lagi yang memasukkan anaknya ke sekolah agama karena nilainya tidak cukup. Bagaimana kualitas para buya, ustad, dan dai tamatan madrasah kita nanti ? Bagaimana nasib Islam nanti? Waang punya potensi yang tinggi. Amak berharap Waang menjadi pemimpin agama yang mampu membina umatnya,” kata Amak yang membuat harapan anaknya masuk SMA pupus.

Dengan melihat film ini meskipun tidak sempat membaca novelnya, kita dapat dengan mudah kita menerka nuansa apa yang akan kita rasakan sampai pada selesainya novel ini yaitu nuansa Islam. Pembukaan ini merupakan pembukaan yang baik di mana pembaca dapat berharap banyak dan berimajinasi akan jadi apa Alif ini. Pemimpin negara ? Atau pemimpin besar agama? 

Jika kita membaca novelnya, maka gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat menarik. Ringan, deskriptif, dan mengalir serta mampu memperkaya kosakata dan wawasan berbagai macam bahasa daerah. Di dalam novel ini terdapat bahasa daerah Maninjau, Medan, Sunda, dan Arab. Tidak tertinggal catatan kaki di bagian bawah yang menjelaskan arti dari kata tersebut. Ungkapan-ungkapan dan peribahasa juga terdapat dalam penulisannya, seperti “man jadda wajada” yang paling sering dicantumkan. “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.” Ungkapan-ungkapan seperti ini sangat penting dalam sebuah novel karena mampu memberikan semacam trade mark yang membuat novel ini lebih terkenang di hati pembaca.


Novel ini menceritakan berbagai kisah sederhana kehidupan di Pondok Madani, sebuah pesantren modern di Jawa. Suka, duka, persahabatan, dan pengajaran-pengajaran PM yang sederhana namun mengena. Pondok Madani berbeda dengan sekolah agama lainnya karena di sini para murid dilatih untuk menjadi intelektual dan mampu menganalisa berbagai ilmu dari sudut pandang Islam. Sehari-harinya mereka wajib menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Jika melanggar, tidak mungkin tidak terlepas dari hukuman. 

Biarpun masuk karena terpaksa, namun Alif mulai menyukai kehidupan di pondok. Terlebih lagi, ia sangat menikmati hidup persahabatannya dengan Sahibul Menara – sebuah sebutan penghuni Pondok Madani  terhadap Alif dan 5 teman lainnya – yang selalu berkumpul di bawah menara tertinggi di Pondok Madani. Mereka adalah Said, Baso, Raja, dan Atang.  

Persahabatan lekat yang dijalin bersama sangat cukup menjadi penghiburan bagi Alif. Tapi di satu sisi ada kegelisahan mengetahui teman baiknya – Randai – sudah masuk SMA terbaik yang pernah mereka idamkan bersama, sudah melewati masa SMA dengan penuh tawa, dan dengan bahagia berhasil merebut impian mereka tertinggi: masuk universitas di ITB. Pertanyaan “jadi apa aku nanti?” terus terngiang dalam kepalanya mengingat ijazah PM tidak diakui walaupun sangat diakui di luar negeri. 



Selasa, 28 Februari 2012

JADWAL PENERIMAAN MAHASISWA BARU UIN JAKARTA

(Supaya kelihatan lebih jelas, klik saja gambarnya)

Minggu, 26 Februari 2012

ALASAN JADI DOKTER

"......Sudah sanggupkah anda ketika anda kuliah ternyata banyak menyita kehidupan anda? Di kedokteran, ketika liburan akhir semester mahasiswa fakultas lain libur berbulan-bulan lamanya, namun hanya anak-anak FK & FKG yang masih berkutat pada modul-modul kuliah yang mesti diselesaikan dan liburan hanya 1 - 2 minggu saja !!"

Program studi kedokteran adalah salah satu jurusan favorit di Indonesia. Tengoklah jumlah peminat di hampir seluruh perguruan tinggi negeri ataupun swasta pasti selalu membuldak membludak. Walaupun biaya kuliah yang selangit, hal itu tidak menjadi suatu penghalang bagi mereka yang benar-benar berniat masuk jurusan ini. Mungkin sebagian dari teman-teman memang ada yang bercita-cita menjadi seorang dokter sejak kecilnya, memang profesi dokter bisa dibilang cukup terpandang di masyarakat karena pekerjaannya yang bisa dikatakan mulia yaitu menolong sesama.

Ada baiknya, sebelum kalian menentukan suatu jurusan, pelajarilah hal yang mendalam tentang jurusan tersebut. Terutama buat siswa-siswi SMA tingkat akhir yang memilih jurusan pendidikan dokter sebagai studi lanjut tujuan kuliahnya.

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Biaya Kuliah Fakultas Kedokteran

Virus Jahat Yang Wajib Dikenali Sebelum Skripsi
Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah
_______________________________________________________________________________




Seperti yang sudah dijelaskan di atas :
"Profesi dokter merupakan profesi yang bisa dikatakan mulia karena kita menolong sesama."

Sekarang saya balik bertanya kepada calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di jurusan ini, apa sih tujuan kalian masuk jurusan ini?
Jika alasan kalian :
-> Pengen cepat kaya
-> Pengen meningkatkan strata sosial anda
-> Ingin dikejar-kejar cowok atau cewek?
-> Suka biologi di SMA tapi ga mau masuk biologi karena prospeknya suram jadi masuk FK
-> Pengen disebut keren, hebat, dan lalanya
-> dan berbagai jawaban lainnya~

Coba PIKIR LAGI deh tujuan kalian klo alasannya kayak diatas, sebab :
-> Pengen cepat kaya (kenapa ga jadi pengusaha aja? FK kuliahnya 5 - 8 tahun atau bahkan lebih, bandingkan dengan jurusan yang benar2 mendidik jadi seorang pengusaha, anda bisa lulus 4 tahun atau kurang dari itu! Lulus bisa buka usaha! Lagipula, kasihan pasiennya klo dokternya MATRE! Udah cukuplah berita2 kejelekan dokter di Indonesia dan jangan anda memper-PARAH-nya dengan menjadi dokter yang mengejar materi! )
-> Pengen meingkatkan strata sosial anda (memang betul, seperti yang dijelaskan diatas profesi dokter adalah profesi "yang mulia", tetapi jika tujuan anda hanya itu, JANGAN MASUK DOKTER! Sebab ketika anda masuk FK berarti tujuan anda telah tercapai dan masalahnya perjalanan tidak berhenti disitu saja, sebab ketika anda masuk FK itu hanyalah titik permulaan dari perjalanan panjang anda. Ga siap dengan hal tersebut? Jangan salahkan jika nanti anda terlindas oleh "waktu")



Sekarang kita liat, kematangan emosional anda!
-> Sudah sanggupkah anda ketika anda kuliah ternyata banyak menyita kehidupan anda? Di FK, ketika liburan akhir semester mahasiswa fakultas lain libur berbulan-bulan lamanya, namun hanya anak2 FK & FKG yang masih berkutat pada modul-modul kuliah yang mesti diselesaikan dan liburan hanya 1 - 2 minggu saja!!
-> Sudah sanggupkah anda, dikala orang kuliah 4 - 5 tahun selesai anda bisa 5 tahun bahkan lebih baru bisa mengantongi praktek dokter?
-> Sudah sanggupkah anda untuk tidur selama 2 jam sehari atau bahkan ga pernah tidur dalam sehari? Atau sudah sanggupkah anda membaca textbook yang lebih tebal dari 7 jilid buku harry potter sekalipun?
-> Dikala teman2 buka usaha, cari kerja pada usia 21 tahun atau meniti karir anda masih berkutat dengan "dunia" anda~
-> Dokter adalah suatu profesi dimana dia harus belajar sepanjang hayat. Ketika anda sudah lulus semua jenjang pendidikan dokter bukan berarti "telah bebas", justru dokter harus bisa mengupdate informasinya setiap saat
-> Dikala orang ketika berumur 20 tahun, orang tersebut bisa meningkatkan skill mereka dengan berkarya, usaha, olahraga, belajar bahasa, dan sebagainya! Bagaimana dengan FK? Walaupun anda bisa "curi-curi" waktu dikala jadwal kuliah padat untuk kegiatan lainnya, tetapi tidak akan dapat secara maksimal!
-> Dokter pasti kaya? Pada saat umur berapa dokter kaya? Rata-rata lebih dari 40 tahun dia bisa memetik hasilnya! Wajar! Bandingkan dengan lulusan fakultas ekonomi atau jurusan lain seperti ilmu komputer, psikologi, pengacara, ketika anda lulus di usia 20-an anda memulai usaha dari 0, namun bayangkan apa yang terjadi ketika berada diusia 40 tahunan? Setidaknya materi yang didapatkan sudah cukup dapat menguasai satu perusahaan!

Jika anda ternyata belum siap secara emosional, fisik, ataupun mental menerima kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran sebaiknya pikir dua kali deh! 

(source : penerimaan.FKUI.ac.id)

Senin, 06 Februari 2012

BENARKAH ULAR DAPAT DIMANTERA ?

Semua pernah melihat gambar “penyihir ular yang meniup alat musik”, sementara seekor ular bergerak keluar dan tampaknya menari mengikuti irama musik. 

Apa sebenarnya yang terjadi?

Sebenarnya penyihir ular sama sekali tidak menyihir ular !! Ia hanya melakukan pertunjukan agar orang percaya bahwa musiknya membuat ular menari. 

Mau tau caranya?
Pertama-tama, kita harus tau ular itu tuli,jadi,mereka bahkan tidak mendengar musik yang dimainkan ! Tapi, memang ular dapat menangkap getaran dengan kepekaan yang kuat. Bahkan ketika ia berbaring di dalam keranjang, kalau ada getaran di tanah di sekitarnya,ia akan segera menyadari dan memberikan respon.

Jadi, apa yang dilakukan penyihir itu adalah mengetuk keranjang atau mengetuk-ngetukan kakinya ke tanah, berpura pura menyesuaikan gerakan kaki dengan musik. Nah….sekarang tau kan triknya !!! Ular bereaksi pada getaran. Penyihir ular juga menggerakan tubuhnya dengan teratur, dan ular menarik karena gerakan yang dibuat orang itu.Sebenarnya apa yang dilakukan ular itu adalah memandang orang itu,dan saat orang itu bergerak, ia ikut bergerak untuk menjaganya tetap berada di depan matanya.

Source : Buku Ensiklopedia

Minggu, 05 Februari 2012

STANDAR KOMPETENSI DOKTER MUSLIM

"....Sebuah kata pengantar dari buku Standar Kompetensi Dokter Muslim (SKDM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta...

Visi misi dan cita-cita luhur Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencetak dokter muslim mendesak untuk diterjemahkan ke dalam rincian kompetensi yang standar. Sebagaimana lulusan dokter di seluruh Indonesia memiliki kemampuan dan kecakapan minimum yang dijabarkan dalam Standar Kompetensi Dokter atau dikenal dengan SKDI, maka Standar Kompetensi Dokter Muslim (SKDM) ini merupakan standar minimum lulusan dokter PSPD FKIK UIN Jakarta yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang berasal dari pesantren maupun umum. SKDM merupakan penjabaran dari kompetensi pendukung yang menjadi kekhasan lokal. Sedangkan SKDI tetap menjadi rujukan utama dalam mencetak lulusan dokter.

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah


_______________________________________________________________________________

Melalui hibah penelitian dalam kategori penelitian institusional, kami tim peneliti membuat serangkaian kegiatan untuk menyusun SKDM. Kami mendapatkan data dari hasil serangkaian diskusi focus group discussion dengan perwakilan mahasiswa, dosen, masyarakat dan juga kementerian agama dan kementerian pendidikan nasional. Selain itu diskusi secara mendalam (depth interview) bersama salah satu perintis, kemudian rektor dan dekan. Diskusi dan studi lapangan dilakukan ke beberapa Fakultas Kedokteran yang juga membawa nama Islam di Indonesia. Selain itu, dilakukan pembagian kuisioner untuk mengetahui harapan dan pendapat mahasiswa dan dosen terhadap profil lulusan PSPD FKIK UIN. Setelah draft selesai disusun, kami melakukan workshop terbatas dengan mengundang perwakilan seluruh stakeholder tersebut untuk mendapat masukan secara menyeluruh.


Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap semua pihak yang telah berpartisipasi. Kami menyadari bahwa SKDM ini masih jauh dari sempurna, karena itu terbuka masukan dari berbagai pihak. Kami mohon maaf apabila selama proses penyusunan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Akhir kata, semoga Standar Kompetensi Dokter Muslim ini bermanfaat bagi institusi FKIK UIN dalam mewujudkan cita-cita mulia mencetak dokter yang mengintegrasikan keilmuan kedokteran dengan keislaman dan keindonesiaan.

Ciputat, November 2011
Tim Peneliti SKDM




Sabtu, 04 Februari 2012

THE CANON OF MEDICINE ( IBNU SINA )

Al-Qonun Fi Attib (The Canon of Medicine)

Sebuah kitab yang menjadi pedoman kedokteran bagi dunia Eropa sampai abad ke-18, Canon of Medicine diterjemahkan dari kitab Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas: Aturan Pengobatan) karya Ibnu Sina atau Avicenna (latin).
===================================================
القانون في الطب
ابن سينا

يعتبر هذا الكتاب من أثمن الكتب التي تزخر بها المكتبة العربية في حقل الطب، كما يعتبر ابن سينا أبا الطب الحديث والمعلم الأول الذي نقل عنه الغربيون أسرار وخفايا هذا العلم. وقد قام جبران جبور بتحقيق هذا الكتاب. وبذل جهوداً قيّمة في وصفه بهذه الصورة حيث عمد إلى شرح المفردات والإصلاحات ووضع التعريف الذي يقابلها في اللغة الفرنسية كي يجعلها مفهومة من القارئ في هذا العصر، وكي يكون هذا الكتاب القيّم في متناول الجميع. هذا وإن ما جاء في هذا الكتاب حول الأدوية المفردة ومنافع النباتات والثمار وبعض المواد الغذائية كالعسل والبيض واللحم إلخ... له قيمة تاريخية في علم الطب.

الناشر:
لا أحد ينكر فضل الشيخ الرئيس ابن سينا معلم الطب الأول والذي نقل عنه العلماء الغربيون أسرار وخفايا هذا العلم، ولا أحد ينكر ما لكتابه القانون في الطب من أثر كبير على كل من عمل في دراسة الطب سواء كان ذلك في عالمنا العربي أو العالم الأوروبي لا سيما ما يتعلق منها بالنباتات الطبية والطب العربي، ولا يخفي أن أدويتنا العصرية الحديثة والتي تدخل بها تلك النباتات التي وردت في كتاب ابن سينا هي نفسها التي يستعان بها اليوم لصنع الأدوية والتي تصدر إلينا بأسماء أوروبية حديثه.

لقد كان هذا الكتاب ولا يزال رائداً في علم الطب وخصوصاً ما يختص منه بالنباتات والأعشاب الطبيعية والذي درس عليه الكثيرون من العلماء العرب والغربيون على السواء على مدى عدة قرون ولا يزال مرجعاً من مراجع الطب المهمة. ولقد أفاض الأستاذ جبور في شرحه وترتيبه لهذا الكتاب بما يبسط ويسهل على القارئ الكثير من الأمور.

Kamis, 02 Februari 2012

CERPEN "SATU SURAT SATU PERTEMUAN" ( SESSION I I )

Tuhan, terimaksih untuk setiap nafas, setiap detak jantung dan denyut nadi yang tlah Kau berikan. Terimakasih untuk hidup dan kehidupan yang telah Kau bentangkan, teimakasih untuk cinta dan indahnya bunga ketulusan yang telah Kau semaikan....

Hari ini aku menyadari bahwa setelah gelap yang paling pekat, malam pun akan menjemput pagi. Hari ini aku memahami bahwa perjalanan sejauh apapun akan tercapai jika aku melangkakan kakiku. Hari ini aku mengerti bahwa cinta tak pernah hilang dari kehidupan, hanya saja ia terkadang belum tertemukan.

Ada saanya ketika kau menatapku penuh keraguan, dan seakan menanyakan kesungguhan hati dengan tatapan. Namun aku tak bisa menjawabnya. Kalau kau melihatku dengan senyuman dan kau melihat wajahku penuh kebahagiaan, maka yakinlah bahwa itu bagian dari perjalaanan keindahan dimana aku ingin terus mengagumimu...bersamamu.


Dari awal, aku takut jika aku mencintaimu karena kecantikan semata...hingga aku membutuhkan waktu hingga berhari-hari untuk merenungkan hal itu. Sampai kemudian, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan kemudian, saat-saat ketika perasaan itu mulai hadir dalam hatiku yang terdalam, aku mulai menimbang-nimbang. Perasaaan apa ini ?

Waktu itu, aku sudah mengatakan kepada hatiku jika aku semata-mata mencintaimu hanya karena kecantikan, maka aku akan menepiskan rasa cinta ini... karena aku tau berapa waktu usia sebuah kecantikan. Aku tidak mau menjadi pemuja fisik yang tak abadi dan kekal. Kau memang sangat-sangat cantik, namun jauh-jauh hari hari aku sudah menyadari bahwa akan tiba suatu saat dimana kecantikan akan sirna dari diri mu. Karena itu aku takut jika aku mencintai hanya karena dasar kecantikan semata. 

Akhirnya ketika aku mendapati cintaku kepadamu adalah cinta yang tak memilki alasan lain selain cinta iti sendiri, aku pun memberanikan diri untuk membawa dan menyampaikan cinta itu.

Aku mencintaimu seutuhnya dirimu, aku mencintai apa adanya dari mu. Kalau kamu bertanya mengapa kau mencintaimu, sungguh, mungkin aku ga bisa menjawabnya, karena terlalu banyak jawaban. Semua yang ada pada dirimu begitu kusukai, begitu kucintai dan meskipun aku menulis berjuta-juta kata., semuanya tak akan pernah mungkin mampu untuk menjelaskannya. Kamu terlalu besar untuk kutuliskan dan terlalu indah untuk kutuliskan. Kamu adalah hadiah keindahan alam, makhluk mempesona yang senagaja diturunkan dari surga, dan aku mencintaimu...bahkan sebelum aku tau jawaban mengapa aku mencintaimu...

Setiap malam, sebelum tidur, ketika bangun, mau berangkat kuliah atau terakadang ketika praktikum anatomi, aku terkadang memikirkan bebrapa hal mengapa aku mencintaimu. Karena bagaimanapun juga, toh aku harus tau jawaban tentang itu.

Kelak, jika Tuhan memperkenankan, ketika telah memiliki anak-anak, mungkin saja diantara mereka ada yang bertanya ; “ Ayah, mengapa ayah bisa jatuh cinta sama Ibu ?” Masa aku Cuma tersenyum sambil berkata ;” Nak, ayah lagi ada pasien dulu ya..”
Seperti pernah kudengar dari seorang guru sastraku, suatu hari seorang gadis bertanya kepada pacarnya : Kenapa kamu menyukaiku ? Kenapa kamu mencintaiku ? Ia menjawab : Aku tidak bisa memberitahu alasannya, tapi aku benar-benar mencintaimu.
Gadis (G): Kamu bahkan tidak bisa memberitahu alasannya, bagaimana kamu bisa mengatakan kalau kamu menyukaiku?
Pemuda (P) : Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikannya padamu.
G : Bukti? Tidak! Aku mau kamu memberitahukan alasannya. Pacar temanku bisa memberitahukannya kenapa ia mencintainya, tapi kamu tidak!
P : Ok, Ok, Hhhmmmm, Karena kamu cantik, Karena suaramu yang manis, Karena kamu penyayang, Karena kamu perhatian,Karena senyumanmu,Karena setiap gerakanmu.
Si gadis pun merasa puas dengan jawabannya.
Sayangnya, beberapa hari kemudian, si gadis mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Si Pemuda lalu menempatkan sebuah surat di sampingnya, dan inilah isinya :
Sayang, karena suaramu yang manis aku mencintaimu. Sekarang, bisakah kamu bicara ? Tidak ! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Karena perhatian dan kasih sayangmu aku menyukaimu. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkannya padaku. Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Karena senyummu, karena setiap gerakanmu aku mencintaimu. Sekarang bisakah kau tersenyum? Bisakah kamu bergerak? Tidak! Karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Jika cinta membutuhkan alasan, seperti sekarang ini, tidak ada alasan lagi untuk mencintaimu.
Apakah cinta butuh alasan?
Tidak! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak membutuhkan alasan.

Telah kutanyakan pada Tuhan tentang banyak rencana, sudah kuteriakan pertnyaan demi pertanyaan yang tak kunjung terjawab...dan lalu Tuhan menjawab semuanya dalam mimpi-mimpi berkabut. Istikharah-ku terjawab.

Kau telah menyadarkanku tentang betapa berartinya dirimu bagiku, betapa besarnya artimu bagi hidupku, dan ketika kesadaran itu datang, semuanya terlambat. Kau telah meninggalkanku, tanpa kesempatan, tanpa waktu, tanpa pintu yang sedikit pun terbuka. Aku memang terlambat menyadari bahwa kepedihan yang paling sedih adalah saat kau pergi meninggalakan cinta ini hampir setengah tahun yang lalu.

Slama ini, kurang lebih lima bulan aku mencoba mengenalkan diriku seutuhnya, dan selama waktu itu pula aku selalu berharap bahwa engkau akan mencoba memahamiku. Dan aku mungkin sadar, cinta yang benar-benar tulus ini mungkin bertepuk sebelah tangan hingga kau sendiri pun terlalu susah untuk menjawabnya. Dan aku paham semua alasan yang telah kau ucapkan sebelumnya. Aku memang terlambat untuk semuanya.

Aku berharap suatu hari nanti, kau akan membukakan pintu hati meski hanya sedikit. Karena dengan hal yang sedikit itu, aku masih bisa mengagumimu seutuhnya. Dan jika tidak...aku slalu menjadi orang yang pertama paham semua keputusanmu....mungkin Tuhan berkehendak lain. Namun bukan berarti persahabatan dan impian kita menjadi sirna. Jika kau tlah menemukan cinta yang tulus dan penuh kebahagiaan, maka aku akan jadi orang yang pertama yang bahagia, aku slalu rela melakukan apapun untukmu . Jika kau melihatku suatu hari nanti, dimana pun dan kapan pun, katakanlah dihatimu “Dia adalah orang yang tak pernah berhenti mencintaiku”.

Tak ada yang berubah dengan semua sikapku sama kau setelah menulis suart inii, aku masih slalu menyimpan persaaan sayang yang tulus. Mungkin aku menghubungi mu tidak akan terlalu sering, tidak akan setiap hari, tapi bukan berarti aku berusaha untuk menjauh dan lari sebagai seorang pengecut. Aku ingin seperti Arai di Sang Pemimpi, meskipun bertahun-tahun cintanya terus di tolak oleh Zakia Nurmala, ia tidak berhenti untuk terus mencintainya. ..

Senin, 16 Januari 2012

OUTBOND, SIAP !

Alhamdulillah, semua materi Masa Kaderisasi Terintegrasi (Mankadtri) tahun 2012 telah selesai diberikan dengan diadakannya Outbond pada hari Sabtu, tanggal 14 Januari kemarin. Itu berarti, kegiatan selanjutnya adalah magang dari semua oragnisasi yang ada di kedokteran uin jakarta, yaitu dari BEM, CIMSA dan USMR.

Outbond ini merupakan acara yang setiap tahun diadakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Medical Rescue (USMR), organisasi di kedokteran UIN yang bergerak dibidang penanganan bencana. Seluruh peserta masa kaderisasi ini dibagi menjadi 10 kelompok yang akan melewati 5 pos. Acaranya sendiri dimulai pada pukul 09.00 pagi dan dimulai dengan kegiatan Forum Dokter Muslim (FMDM).

(Terlihat para peserta sedang melakukan senam)

Sabtu, 14 Januari 2012

NOBAR ALA MAHASISWA

"......Tidak sebatas nonton, tapi dapet ilmu juga...

Hari Rabu kemarin, tepatnya tanggal 12 Januari 2012 Standing Committee of Medical Education (SCOME) CIMSA Lokal UIN Jakarta mengadakan suatu kegiatan Medical Movie yang mengangkat suatu kisah mengenai gangguan psikiatri dari serial drama dr. HOUSE M.D. Kegiatan ini sendiri tidak hanya dikhususkan untuk pendidikan dokter saja, tetapi juga untuk program studi keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat.


Ini adalah kali pertamanya Scome lokal UIN mengadakan medical movie setelah sebelumnya sukses dengan kegiatan Farmako Club ( Kumpulan para pecinta dunia perobatan) dan Breaking The Silent (Kegiatan memahami bahasa isyarat). Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat para pecinta film di kalangan mahasiswa untuk menyempatkan hadir. Acara dibuka langsung oleh ketua pelaksana (Karlina, 2010) dan LOCO CIMSA UIN Jakarta (M.Ibnu Imadudin, 2009)






(Tampak antusias peserta mengikuti kegiatan)





Seperti kita ketahui, Dr. Gregory House (Hugh Laurie) adalah chief dari Department of Diagnostic Medicine di Princeton-Plainsboro Teaching Hospital. Ia memiliki tiga doktor muda yang menjadi anak buahnya, yaitu Dr. Eric Foreman (Omar Epps), Dr. Allison Cameroon (Jennifer Morrison) dan Dr. Robert Chase (Jesse Spencer). Tingkah laku House yang nyentrik dan terkadang sikapnya yang aneh tidak hanya sering membuat susah tiga anak buahnya, tapi juga sering membawa masalah bagi atasannya, Dr. Lisa Cuddy (Lisa Edelstein).

Metode House dalam mendiagnosa pasiennya membuat saya terkagum karena begitu menarik dan teliti, bahkan terkadang cenderung menabrak semua aturan medis yang ada. Bahkan terkadang, menyelinap ke rumah orang atau melanggar hukum merupakan hal yang biasa bagi House untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius pasien. 
 
Kenapa misterius ? karena jangan harap House mau menangani penyakit-penyakit biasa yang umum terjadi. Penyakit dengan sindrom-sindrom aneh adalah hal yang bisa membuat House tertarik untuk menanganinya, dan pada kasus-kasus inilah muncul keputusan House yang kontroversial tapi ujung-ujungnya brilyan. Dan ini jadi alasan mengapa ia tetap menjadi salah satu dokter yang tak tergantikan di Princeton-Plainsboro.
 


 
 (Panitia tampak sedang menjelaskan analisa filmnya)

Tidak hanya sebatas menonton, Scome juga berusaha menganalisis film berdasarkan keilmuan di dunia kedokteran. Mulai dari gejala-gejala yang terdapat di seorang pasien, sampai ke sikap dan etika yang harus dilakukan terhadap pasien dengan gangguan kejiwaan tidak luput diperbincangkan. (Terimaksih untuk Fikrifar Riz dari CIMSA Nasional yang banyak membantu).

Salam abdihilap...!

STUDI BANDING FAKULTAS KEDOKTERAN INDONESIA

Studi Banding Islamic Health Sciences Community of Indonesia Malaysia (IHSCIMA)
Malaysia, 15-18 Desember 2011


Selasa, 10 Januari 2012

CERPEN "SATU SURAT SATU PERTEMUAN" (SESSION I )

Hidup ini aneh....

Mungkin itulah kata-kata yang akan pertama kukatakan di pagi hari ini. Maklum saja, hampir semalaman aku memimpikan tentang hari-hari sebelumnya yang seolah-olah aku kembali lagi ke masa lalu dan begitu nyata seperti aslinya.

Aku tidak ingin terus bermalas-malasan di kamar tidur. Kubuka jendela di pojok kamar dan tirainya kusingkapkan dengan perlahan-lahan. Tirai yang sudah hampir berusia dua puluh tahun ini terus menemaniku sampai aku remaja saat ini. Warna putihnya sudah agak lusuh dan kehitaman, bukan karena tidak pernah menyentuh air atau detergen, tapi karena harga tirai saat ini sudah melebihi keperluan makan sehari. Dibandingkan tidak makan, akhirnya kuputuskan untuk tidak mengganti tirainya.

Tepat jam lima pagi waktu aku melihat sepintas jam tua di ruangan tengah rumahku. Warnanya keemasan, sampai saat ini jam tua itu kelihatan bagus. Maklum, jam tersebut adalah maskawin yang diberikan ayahku waktu meminang ibu. Sesekali setiap satu jam, ia berbunyi persis seperti suara kakek-kakek yang sudah renta. Bukannya membuat orang sadar akan waktu, jam tersebut malah membuat keheningan malam jadi semakin menakutkan dengan suaranya.

Kubasuh mukaku untuk berwudu dan langsung kutunaikan shalat subuh dua rakaat. Begitu tenang di hati.

Tidak terasa matahari dari balik gunung Candra Asih, nun jauh disana sudah menampakkan diri menyinari halaman rumah yang penuh dengan tanaman. Keluar dengan perlahan-lahan. Tampak malu menyapa bumi. Namun dibalik kelembutannya ia adalah makhluk kuat dan gagah. Riakkan air dari sungai kecil di dekat rumahku pun seakan memeriahkan suasana pagi ini. Kicauan burung-burung kecil dan kokokan ayam jantan dari samping rumah seperti tidak ingin ketinggalan untuk sama-sama berpartisipasi menyambut pagi setiap harinya.

“Candra, tolong ayahmu ngasih pakan ikan di kolam, nih.” Lamunanku terputus oleh suara ibuku di dekat pintu dapur. Sosok yang begitu menjadi tauladan untukku. Suaranya merdu, tulus, dan tidak pernah memarahiku, meski saat aku sedang salah. Ia begitu bijak dengan kata-katanya, sehingga sekali-kali mataku meneteskan air mata waktu kulihat kedua tangannya penuh dengan luka irisan akibat sayatan pisau. Ia begitu bela untukku, untuk masa depanku.

Aku hidup bukan berada di keluarga yang sanggup mewujudkan semua hal yang terpintas di fikiran, ketika ada sedikit uang perlu waktu berhari-hari untuk berfikir jika hendak membeli keperluan selain kebutuhan dapur hingga karena waktu terlalu lama akhirnya uangnya keburu terpakai. Semua itu kujalani dengan penuh pengertian bahwa ini adalah hal yang terbaik yang dianugerahkan Tuhan untukku, keluarga dan masa depanku.

Bersambung....



Selasa, 27 Desember 2011

BELAJAR JADI PENULIS (BACA : PEMULA)

Beberapa waktu lalu, Neneng Nurlaila Uspuriah (FKUIN), Munirah Siregar (FKUIN) dan saya sendiri mengikuti lomba cerpen yang diadakan oleh Bentang Pustaka, salah satu penerbit terbesar di negeri ini. Lomba tersebut diikuti secara per-team dengan minimal mengirimkan 80 lembar A4. 

Menurut saya, lomba ini benar-benar menguras tenaga karena di waktu yang bersamaan banyak sekali ujian di kampus yang harus kami lewati. Setelah beberpa lama kami menulis, akhirnya syarat minimal pengiriman telah terpenuhi, bahkan mencapai 120 halaman A4. Alhamdulillah !

Jika dibilang bagus, rasanya belum pantas jika harus disandarkan dengan “kata manis” tersebut, bahkan terbilang masih jauh. Ibarat sebuah pohon adalah para penulis tersohor di negeri ini, maka kami (khususnya saya) hanyalah tunas yang baru tumbuh. Pengalaman –lah yang ingin kami dahulukan untuk saat ini. Sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena Jakarta, ini adalah kali pertamanya kami menulis cerpen dalam bentuk buku.

Beberapa judul cerpen tersebut adalah Panggil Aku Bunda, Sayang dan Love is...(Munirah Siregar), Neneng Nurlaila dengan Kuikhlaskan Suamiku menikahinya, Surat Cinta sang Pecinta Tua dan saya sendiri, Satu Surat untuk Satu Pertemuan (Hehehe..agak katro sedikit).





CHEER UP DI PENGUJUNG TAHUN

Tanggal 10 Desember lalu, Pendidikan Dokter angkatan 2009 (baca : angkatan saya), mengadakan acara Farewell Party di gedung eks. Perpustakaan kampus lama kedokteran UIN Jakarta. Acara ini merupakan acara perpisahan untuk angkatan 2008 yang telah lulus di pre-klinik alias kampus dan akan melanjutkan ke klinik di RSUP Fatmawati, Jakarta.

========= (*.*)=========

Acara yang bertemakan Cheer up for our last going Glory night ini dimulai pada pukul 20.00 WIB. Untuk konsepnya sendiri, semua panitia berpakaian resmi dengan memakai jas dan dasi layaknya seorang waiter di sebuah restoran. Tidak lupa, desain panggung , meja dan kursi pun semakin menambah keindahan suasana acara ini yang memang ditujukan untuk menciptakan suasana romantic. Cheer up !



Berikut ini adalah susunan acara Farewell Party 2011, cekidot !

SUSUNAN ACARA FAREWELL PARTY
Sabtu malam, 10 Desember 2011
PJ Umum : Adi Heryadi

18.00-19.00 :
- Parkir depan dekanat lama (Mang Bacok)
- Registrasi di depan dekanat lama (PJ Registrasi : Iin dan Afida)
19.00-19.30 :
- Memanggil KK satu persatu untuk naik ke lantai atas (Adita dan Angel)
- Menyambut KK di depan pintu dan mengantarnya ke meja yang ditentukan (Munirah, Kharisma, Eka, Amel, Ali, Abe)
- Memberi jamuan (Ayu Imung, Atingul, Husnita, Resti, Retno,Zuwi)
19.30-19.40 :
- Pembukaan (MC = Adita dan Angel)
- pembacaan ayat suci Al-Quran (Syukran dan Salwa)
19.40-19.55 : Sambutan (PJ : ADI)
- Ketua Panitia FP = Alvin Rifki
- Ketua Angkatan 2008 = Agus Anang Fathoni
19.55-20.05 :
Video Zooming yaitu menampilkan lokasi dari mulai angkasa, bumi, benua asia, indonesia, jakarta, ciputat, pisangan, lokasi. (DIANA)
20.05-20.20 :
Perform : DOREMI dengan lirik versi sie.acara. (PJ : IBNU)
Gitaris dan Vokalis : Ibnu dan Shadik
Pemeraga Gaya : Ali, Angga, Zul, Alvin, Tarikh, Midun, Via, Reani, Adel
20.20-20.30 : Nominasi : Couple of The Year (Adinda dan Angga)
20.30-20.40 : Film Part. I (PJ :DIPTA DAN REANI)
20.40-20.50 : Nominasi : Best Modist (Syukran dan Matul)
20.50-21.00 : Film Part. II (PJ :DIPTA DAN REANI)
21.00-21.15 : Perform Daerah dan Games (PJ : SEILA)
21.15-21.25 : Film Part. III (PJ :DIPTA DAN REANI)
21.25-21.35 : Nominasi : Resisten Person (Via dan Tarekh)
21.35-21.45 : Video Dokumentasi (PJ : DIANA)
21.45-22.00 : Alunan Perpisahan (PJ : IBNU)
22.00-22.05 : Doa dan Penutupan
Doa : M. Fahmi
Penutupan : MC



Alunan Perpisahan (Sheila on 7)
 
Dan
Pabila esok, datang kembali
Seperti sedia kala
Dimana kau bisa bercanda
Dan
Perlahan kau pun
Tinggalkan kampus, ke Fatmawati
Sadarkah kau disini
Kami berduka
Ditinggalkanmu, Merindukanmu
Kakak-kakaku..uuuu..uuuu...
Reff :
Berjuanglah kakak-kakaku
Disini pun kami berdoa
Semoga slalu menjadi dokter muda
Untuk Bangsa
Bersabarlah wahai kakakku
Janganlah pernah putus asa
Tetap jadilah keluarga bersahaja
Selamanya
(PUISI : Tarekh)
Kakak-kakaku
Kami tahu, kami bisa merasakan
Untuk mencapai kesuksesan
Banyak impian kalian yang harus ditinggakan
Banyak keringat yang harus bercucuran
Waktu yang tidak terbatas
Jangan merasa cukup ka, Jangan merasa berakhir

Berjuanglah kakak-kakaku
Disini pun kami berdoa
Semoga slalu menjadi dokter muda
Untuk Bangsa
Dan ingatlah wajai kakaku
Pepatah ayah dan ibumu
Agar kelak kau menjadi dokter berbakti
untuk negeri

Rabu, 21 Desember 2011

KISAH INSPIRATIF : MEMBERI, BARU MEMINTA

Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter.

'' Istri saya sakit,” terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera."
Si dokter menjawab, ''Dapatkah Bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.''  

Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!!!!!!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini ???!!!'

======================================================

Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ini adalah sebuah kisah yang pernah saya baca di sebuah situs terkenal di Indonesia, Kaskus. Sesama kaskuser, saya terlebih dahulu meminta izin mengkopi artikel ini. No Plagiat !

Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.

Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun-ia berada.

Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.

Terimakasih.






Sabtu, 10 Desember 2011

BEKERJA SAMA, BUKAN SAMA-SAMA KERJA

Ini adalah mankadtri kedua dalam rangkaian enam acara mankadtri yang akan dilaksanakan tahun ini. Mankadtri kali ini membahas mengenai pentingnya sebuah team. Tema yang diangkat oleh CIMSA sebagai penyelenggaranya adalah “There’s no ”I” in team. Muhammad Fahriza (LORP CIMSA UIN 2007) dan Tita Rashida (LOCO CIMSA UNPAD) hadir sebagai pembicara. Mereka berdua terlihat sangat kompak membawa acara Mankadtri ini dengan semangat menggebu-gebu, namun masih dalam suasana santai.

Hal yang paling disinggung adalah mengenai individualisme dalam sebuah team. Individualisme merupakan sikap dan sifat negatif yang akan merusak kinerja sebuah team. Berbicara mengenai Team adalah berbicara Bekerja Sama, bukan Sama-sama Kerja.


Tapi, individualisme juga tidak selamanya disalahkan. Seorang individualis biasanya adalah seorang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka berani melakukan segala sesuatunya sendiri adalah bukti tingkat kepercayaan diri mereka yang begitu tinggi.

Kuncinya adalah bukan menyudutkan para individualis ini tapi tahu dimana menempatkan mereka! Tempatkanlah mereka dalam suatu bidang kerja spesifik yang tidak mengharuskan mereka bekerja sama dengan anggota tim lainnya. Bidang kerja spesifik ini dapat berupa pembuatan proposal kerja sama sampai kepada dealing dengan client. Para individualis ini biasanya memiliki tingkat kinerja yang di atas rata-rata ketimbang anggota lainnya karena motivasi dan Ambisi mereka untuk selalu lebih hebat daripada yang lainnya.


Membaca surat kabar seputar-indonesia, dijelaskan satu hal yang perlu diketahui oleh kita adalah bahwa seorang individualis tidak pernah cocok bekerja dalam tim TAPI bukan berarti mereka tidak cocok menjadi bawahan Anda atau bahkan pemimpin Anda! Faktanya mereka biasa melakukan segala sesuatunya sendiri dan sangat yakin dengan hasil kerja mereka. Ketika ada orang lain yang ditugaskan untuk membantu mereka, para individualis ini cenderung menganggapnya sebagai 'penghalang' saja.
Sebagai bawahan Anda, Anda akan mendapatkan kinerja yang sangat optimal dari seorang individu. Dan sebagai pemimpin Anda, Anda akan mendapatkan seorang pemimpin yang berapi-api yang senantiasa mengarahkan Anda untuk mencapai 'kesempurnaan' dalam bekerja.

Terimakasih, CIMSA.





Kamis, 08 Desember 2011

MASUK SUSAH, NGEJALANI SUSAH, KELUAR (JUGA) SUSAH


“.....sebelumnya saya mengucapkan selamat untuk angkatan 2008 yang baru saja mengucapkan Sumpah Kepanitraan Klinik (Koas) terutama untuk Ka Majid (Kaka angkat saya di angkatan 2008) dan ucapan selamat juga untuk Ka Fabio Ismayanto (kaka angkat saya di angkatan 2005) yang baru saja mengucapkan Sumpah Dokter...”

Tidak terasa ternyata saya sudah di tingkat terakhir pre-Klinik. Ini adalah tahun ketiga saya menjalani pendidikan di kedokteran. Masuk susah, kuliah susah dan keluarnya juga susah. Tidak perlu meratapi nasib dan tidak perlu menyesali pilihan, yang jelas ini adalah sebuah pilihan. Mungkin, pilihan yang sulit.

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah

_______________________________________________________________________________


Menurut saya, justru di kedokteran-lah yang dosennya berani membentak, memarah-marahi, mencaci maki tanpa ampun dan kami sebagai mahasiswa hanya bisa tertunduk malu tanpa bisa memandang dan berkata apa-apa. Kata-kata kasar sudah menjadi makanan pembuka ketika ada kesalahan. Tapi mungkin seperti itu lah dunia kami sesungguhnya, senioritas adalah undang-undang kami. Mahasiswa tingkat satu harus selalu taat terhadap tingkat atas, mahasiswa koas harus selalu taat terhadap dokter umum, dokter umum harus selalu taat terhadap dokter spesial dan dokter spesialis harus selalu taat terhadap konsulen.
Aneh memang kalau dirasakan dengan hati, tapi inilah dunia kami sesungguhnya. Masa pre-klinik mungkin kelulusan tergantung nilai hasil ujian, artinya (masih) objektif. Tapi selama di koas, kelulusan bukan hanya ditentukan oleh faktor objektif nilai, tapi juga faktor subjektif dari konsulen, jangan berharap lulus kalau dosen sudah membenci kelakuan kita. Sekali lagi, ini adalah sebuah pilihan, dan kami enjoy menjalaninya.

Terlepas dari semua rintangan itu, sekai lagi, saya mengucapkan selamat terhadap kaka kelas yang telah lulus dengan nilai memuaskan. Semua kesulitan yang saya jelaskan diatas, hanyalah sebagian kecil dari yang akan kami lewati.

============================================================================

Ini adalah beberapa comment dari sahabat abdihilap.com, saya mengucapkan terimakasih.

(Mr.BIBIBO)
Waah, temen gue yang satu ini nulis tentang perkuliahan tooh rupanya... hmm.. gue mau comment apa yaa ?! Oke deh, mulai dari yang gue jalanin, gue menjalani hidup sebagai mahasiswa kedokteran tidak dengan datar-datar aja...banyak hal yang menyenangkan dan mengesalkan yang udah gue alami karena gue emang ga suka sesuatu yang monoton. mungkin banyak mahasiswa yang mau menjalani kehidupan sebagai mahasiswa FK dengan baik-baik aja dan ga mau neko-neko,, ada benernya juga sih yang seperti itu, ga harus repot ngurus hal-hal tambahan yang tiba-tiba dibebani karena suatu hal, contohnya; seperti tugas tambahan bahkan ujian tambahan hehehe..tapi bukan berarti hal tambahan itu tidak seruu looh....ada keseruan tersendiri dan pengalaman yang ga semua orang dapat hihihi.... tapi yaa itu semua pilihan kalian!!! Kalian laah “mahasiswa” yang menentukan mau jadi mahasiswa seperti apa kalian...tetap semangat dan maju terus mahasiswa FK !

(Miss Partus)
Wahhhh...c akang ternyata galau gara2 dapet kado kalimat sensasional “ br*ng*e*”....hahahah..dinikmatilah...suruh spa masuk jurusan yg dosen bs memberdayakan hirarki, monarki, anarki...komplitlah melebihi peraturan bangsa romawi... makanya secepatnya jadi dosen biar bisa menindas orang..kalo mau menyiksa anak orang obatnya segeralah menikahhhhh.....
But....tetep semangat akh.......semakin disetrum semakin kuat seperti bayi preeklampsia karena sering di siksa jadi saat membuka mata didunia kan sdh lbh kuat....

(DeEf)

Sebelumnya gue mau ketawa duluuu ada temen gue yang nulis kayak giniii.. huakakkakakakkakakakakakakakakakak .....
Kehdupan gue disini bisa dibaratkan kayak lewat jalan tol Jakarta-Merak sore sore .. Ga lancar , jalan “ndet-ndet-an” macet .. udah gitu banyak lubang.. hha, ga jelas banget gue yaa .. huakakakkaka .. pokoknya sesusah apapun kehidupan yang lo jalani di kedokeran, jalani aja .. maju terus pantang mundur .. jangan lupa jaga kelakuan, karena dosen itu fokus banget sama kelakuan kita, sedikit aja kelakuan kita jelek, kita langsung di cap buruk sama dosen .. hahahhahahhahah
Buat penutup, gue mau ketawa lagi ahhh.. hhahahahhahahahahahahhahaha :D

(Yesha)
Assalamu’alaikum.....
Hmmmmmm....
Gimana ya......
Hmmmm....
Menurut gue kalo di kedokteran itu lumayan asiik apalagi temen2nya gila semua (sumpah gak ada yang normaaal) dan ahamdulillah gw belajarnya enjoy2 ajaa hehe
Emang sih, sebelum masuk kedokteran lo harus bisa mastiin dulu itu keinginan lo apa keinginan orang tua lo, kalo keinginan diri sendiri ya syukuuur, kalo keinginan ortu mending pikir2 lagi deh buat pindah jurusan, tapi kalo ortu lo keukeuh yaaa mau kek mana lagii.. kalo keinginan dua2 nya waaaah itu alhamdulillah bangeeet 
Pokoknya buat adek2 yg mau masuk kedokteran, semangat yaa!!
Trus buat adi heryadi semangat terus yee nulis blognya! Menurut gw lo adalah anak cowok paling bisa diandalkan di kelas sekaligus paling enak buat dikata2in atau dicengin huahahahaha dan semoga adi bisa langgeng sama ica ya !kiuuuwww kiuuwwww hahahaha

(No name)

Aslkm. Wr. Wb
Dasyat deh pokooknya tulisan ini. Pokok nya ini yang akan gu jalani selama 4 tahun ke depan. Semangat.
Buat penulis, lanjutkan ia.


(Inisial R)
Aku seseorang berinisial straaawberrry eskrim ikanbakar lelelela apaajaaboleee panggilann aku sailormooonnnn ;D
Hahahahaahha...Cuma mau komeeentaar yaaa menurut aku dunia itu emang kejam ...gak Cuma kedokteraan ajaaaa taauu, kita harus bersyukur dengan apa yang kita punyaaa...yang paling penting dalam hidup adalaaah cintaaaaa baru kemudiaaaan materi hahahahahahaha...aku bersyukur bisa ada di kedokteeraaan, nunggu kkd laamaaa, liat urin. Feses, dan benda-benda sampaah tubuh kitaaaaaaa karena walopun itu adalah susaaah semua itu ga akan diberi pada kita oleh Allah di luar kemampuannyaaaa betuuuuul gak??? Hahahahaha. mari kita menjaadi doookterrrrr yang hebat dunia akhiraaaaaat semangaaaatssss!!!!!!!
Untuk menuju cita-cita yang kuinginkan dari kecil, aku rela menempuh perjalanan yg berliku ini, karena akan berakhir dengan kebahagiaan & menyenangkan 
Aku cinta hidupku. Aku suka kuliah di kedokteran, walaupun cape, tapi ada banya cerita 




Minggu, 04 Desember 2011

SAYA DAN KETUA KOMUNITAS WARIA INDONESIA

Ada yang berbeda dan unik untuk memperingati Hari AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember lalu yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran UIN tahun ini. CIMSA Lokal UIN melalui SCORA (Standing Committee on Reproductive Health) sebagai penyelenggara benar-benar membuat terkesan semua orang yang hadir, termasuk saya. Pasalnya, untuk tahun ini Scora Cimsa mengundang Mba Leni, Ketua Srikandi Sejati, yang merupakan komunitas waria Indonesia. Temanya adalah : First Aid for AIDS


Mba Leni menerangkan bagimana kehidupan yang dijalani oleh seseorang yang mengidap AIDS atau dinamakan ODHA. Pada awal-awal kasus terjangkitnya HIV, kebanyakan orang tersebut cenderung menunjukkan reaksi-reaksi keras seperti menolak hasil tes, menangis, menyesali dan memarahi diri sendiri, bahkan mengucilkan diri sendiri. Saat-saat seperti itu merupakan gejala psikologis yang justru dapat membuat orang tersebut semaikin terpuruk. Pembinaan terhadap ODHA diperlukan agar selanjutnya ODHA kembali melanjutkan hidup. Selain itu disinggung juga mengenai peran keluarga, teman dan pemerintah terhadap ODHA saat ini. 

(Foto : Saya dan teman-teman berfoto setelah menorehkan tanda tangan)

Mba Leni mengatakan bahwa Srikandi Sejati ini berdiri pada tanggal 28 September 1998. Saat ini sudah mempunyai struktur organisasi yang berjalan lancar di tiap wilayah dan mendapatkan kucuran dana setiap tahunnya dari USAID sebesar 700 juta rupiah. Luar biasa !

Beberapa hari sebelumnya, terlihat kesibukan panitia yang mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya dalam sebuah kain yang panjang sebagai bukti perhatian kita terhadap para ODHA. 

( Foto : Kemeriahan acara )




Sabtu, 03 Desember 2011

MANKADTRI...DATANG LAGI !

Hari ini, Sabtu 3 Desember 2011, Mankadtri resmi dimulai dan ditandai dengan gunting pita oleh Ketua Mankadtri, Annisa Nurhayati dan Wakil Ketua BEMJ Pendidikan Dokter, Faris El-Haq. Mankadtri akronim dari Masa Kaderisasi Terintegrasi, sebuah kegiatan berkelanjutan yang setiap tahun diselenggarakan untuk mahasiswa baru di FK UIN Jakarta. 


Seperti tahun sebelumnya, Mankadtri tahun ini juga diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan  Pendidikan Dokter, CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities ) dan USMR (UIN Syahid Medical Rescue). Mankadtri rencananya akan selesai pada bulan  Februari tahun depan.

(Foto : Tampak beberapa mahasiswa yang mendapat sanksi keterlambatan dengan mengalungkan medali bertuliskan "saya telat")

Hari pertama Mankadtri ini diselenggarakan oleh BEMJ PD dengan tema “Pengenalan Pendidikan Dokter” yang didalamnya berisi materi mengenai seputar dunia kedokteran dari mulai Pre-Klinik, Klinik (Koas), Internship sampai menjadi dokter.


Pembicara pertamanya adalah Nur Afida selaku Sekretaris Umum BEMJ yang memberikan materi mengenai surat menyurat serta proses perizinan dan pembicara kedua adalah Kak Surya Pratama, selaku pembina departemen kaderisasi yang telah menyelesaikan Koas di RSUP Fatmawati akhir-akhir ini. Acara dimeriahkan dengan adanya penampilan tari saman dan ditambah lagi dengan duet pembawa acara yang begitu "menggemaskan".

Satu kata menurut saya untuk Mankadtri BEMJ : "Menarik"