Jurus(kurang)Jitu FKUIN Jakarta-RSUP Fatmawati

Sebuah catatan singkat selama menjalani koas, lebih lengkapnya silahkan cek di Youtube kanal Abdihilap.com

Video abdihilap

Temukan lebih banyak video hanya di kanal abdihilap.com di Youtube

Pages

Kamis, 20 September 2012

KRITERIA WEBSITE YANG “TIDAK PERLU” DIBUTUHKAN MAHASISWA


Jika saya bandingkan dengan beberapa universitas di Indonesia mengenai pemanfaatan sumber daya di bidang teknologi saat ini, jelas bahwa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta masih harus banyak berbenah diri.

Jika Jakarta sangat butuh dengan MRT-nya untuk mengurai kemacetan, maka  Kedokteran UIN butuh sebuah alat yang bisa mempublikasikan semua jurnal-jurnal, artikel, dan skripsi yang telah dibuat sehingga tidak hanya “berkibar bebas” di dalam perpustakaan sendiri. Website khusus merupakan jawaban yang paling tepat menurut saya (baca:abdihilap,red).
Kenapa sebuah website ? Apa pentingnya ? 
Saat ini, para pencari informasi mengenai kesehatan dan pendidikan di bidang kedokteran beramai-ramai mencari artikel dan ilmu kesehatan dengan bantuan Mbah Google, bukan sengaja membeli surat kabar atau majalah tertentu  (baca: karena lebih mahal). Jelas dengan alasan seperti ini, jurnal-jurnal, artikel dan skripsi yang telah dibuat oleh dosen dan mahasiswa harus mudah diakses dan dibaca oleh semua orang.
Dan, Alhamdulillah sekarang sudah mulai menginjak bebas di dunia internet.  Mangga, tinggal buka di 
SINI.

Menurut saya, sebuah website tidak perlu mewah-mewah dengan segala hiasan dinding dan figura (ujung-ujungnya kaya iklan produk), yang penting isi-nya baik dan benar, dibutuhkan dan harus memenuhi EMPAT KRITERIA (baca: menurut saya sih, menurut yang lain mungkin lebih banyak)
1.Tidak Perlu Bagus, yang penting “ada”, dalam artian “ada” saat mahasiwa membutuhkan sumber-sumber referensi, “ada” saat mahasiswa mau membuat laporan dan “ada” saat mahasiswa mau membuat presentasi.
2. Tidak Perlu Lajang (Lama meskipun Panjang), yang penting selalu update meskipun sedikit, artikel dan informasi yang dipublish tidak perlu berpuluh-puluh halaman hingga “scroll mouse” copot karena terlalu lama diputar-putar oleh jari telunjuk, tapi selalu update! misalnya setiap hari atau setiap tiga hari sekali meskipun sedikit juga. Ingat! yang penting continue.
3. Tidak Perlu Kaku, maksud saya adalah isi yang ditampilkan jangan hanya sebatas “apa itu fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan ? Apa saja program-programnya ?” menurut saya harus ditambahkan kata “Menarik” yaitu dengan cara: Libatkan Mahasiswa ntah itu sebagai pengelola ataupun pembuat artikel. Hal ini sangat penting sekali, karena mahasiswa mempunyai banyak informasi mengenai kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing organisasi intrakampus, baik di tingkat internal kampus maupun nasional sehingga bisa memperbanyak artikel-artikel yang menarik untuk dibaca.
4. Tidak Perlu Banyak Flash dan Iklan. Semakin banyak foto-foto yang ditampilkan dalam bentuk “Flash” akan membuat Website semakin susah diakses, alias Lemot.
Ini hanyalah sebuah saran saya sendiri, agar website tidak hanya “numpang nonghol” di Internet saja, atau  hanya memenuhi “kop surat” agar terlihat Wah! nya.
Salam,
Adi Heryadi

Sabtu, 15 September 2012

MAHASISWA ASING MENGIKUTI OPAK/OSPEK

Sebanyak 16 dari 21 mahasiswa baru dari mancanegara mengikuti kegiatan Orientation Day. Kegiatan tersebut diselenggarakan International Office (IO) untuk memperkenalkan sistem akademik UIN Jakarta, Indonesia, dan kehidupan di kampus dan sekitarnya.
“Kalau mahasiswa baru asal pribumi sebelum mereka masuk kuliah, mereka harus mengikutiOrientasi Pengenalan Almamater dan Kampus (OPAK) dulu, nah Orientation Day inilah OPAK-nya mahasiswa asing," ujar Direktur  International Office (IO) Yeni Ratna Yuningsih PhD kepada BERITA UIN di Uni Club Room Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (6/9).
Menurut Yenny, kegiatan tersebut memang dikhususkan untuk mahasiswa internasional, meskipun mereka juga diperbolehkan mengikuti OPAK mahasiwa domestik. “Mereka sebenarnya diberi kebebasan untuk ikut OPAK bersama mahasiswa-mahasiswa baru dari Indonesia, tapi mereka merasa tidak PD (percaya diri,red) karena kendala bahasa. Karena itu mereka lebih pas dengan kegiatan ini, "terang peraih doktor bidang Sastra Arab dari McGill University itu.
Ketua Pelaksana, Ahmad Fajri, S.Sos MAIR menjelaskan, sebagian besar mahasiswa internasional itu mengalami kendala pengurusan administrasi keimigrasian di Indonesia.   Untuk kepentingan itu pula, IO dalam kegiatan ini mengundang Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.
"Kita akan mengundang dan menghadirkan langsung Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Teuku Sjahrizal, SE. Kalau adal masalah, nanati kita tanyakan langsung kepada pakarnya apa kendalanya biar masalahnya jelas ujar Fajri yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta ini.
Jumlah mahasiswa baru dari mancanegara ini seluruhnya adalah 21 orang, namun yang bisa mengikuti kegiatan ini hanya 16 orang. “Mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini dari Negara Yaman tiga orang dan dari Afrika dua orang, karena kendala pengurusan keimigrasian," ujar Ahmad Fajri, di sela-sela pelaksanaan acara.
Ke-16 orang mahasiswa asing tersebut berasal dari enam negara. Dari Timur Leste terdapat lima orang.  Empat orang kuliah di Fakultas Sains dan Teknologi, satu orang di Fakultas Syariah dan Hukum.
Dari Iran dan Somalia masing-masing satu orang. Mereka mengambil studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sedangkan dari Turki terdapat enam orang, yang tersebar di Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan, dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Thailand satu orang di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Lalu dari Palestina dua orang. Keduanya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
“Mereka masuk UIN Jakarta tidak seperti mahasiswa Indonesia yang harus mengikuti tes masuk, cukup mengirim aplikasi dari negara masing-masing via email atau diantarkan langsung dari kedubes masing-masing, nanti pihak Akademik UIN Jakarta yang memutuskan diterima atau tidaknya,"imbuhnya.
Keseluruhan kegiatan ini dilakukan di lingkungan kampus UIN Jakarta. Kegiatan diselenggarakan di kelas (in door dan di luar kelas (out door). Bentuk kegiatan antara lain, dialog, games, pengenalan unit-unit internal kampus UIN Jakarta, khususnya dengan Bagian Akademik dan Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta. Selain itu terdapat pula acara  pengenalan unit-unit eksternal, yaitu institusi-institusi yang sering berhubungan dengan mahasiswa asing, seperti kantor imigrasi, kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, bank, toko-toko buku, rumah sakit dan sebagainya.
Kegiatan ini dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof Dr H Moh Matsna dan akan ditutup pada Jum’at sore oleh Pembantu Rektor Bidang Kelembagaan, Dr Jamhari, MA. (M Furqan/sdn)
Sumber : BERITA UIN

Jumat, 14 September 2012

BIAYA KULIAH FK UIN JAKARTA

 Catatan singkat ini saya tulis ketika berada tingkat dua kedokteran UIN Jakarta, semoga bermanfaat...

".....Menurut surat kabar nasional dan pengamat universitas, biaya untuk Kedokteran di berbagai universitas sebenarnya tidak lah jauh berbeda, ada yang membebankan biaya terbesarnya pada Uang Masuk/Uang Pangkal/Uang Bangunan, ada juga yang membebankannya di Uang Semesteran, ada yang harus bayar Uang Praktek dan Lab ada juga yang tidak, ada yang Sistem Pembiayaan Silang artinya mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN biayanya lebih kecil dibandingkan biaya mahasiswa yang masuk dengan PMDK atau Ujian Mandiri....

Secara singkat, biaya kuliah di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta  adalah :

1. Sampai dengan tahun 2008               : Uang bangunan sebesar 40 juta dan uang semesteran 9 juta
2. Tahun 2009 dan 2010                      : Uang bangunan sebesar 62,5 juta dan uang semesteran 12 juta
3. Tahun 2011 dan 2012                      : Uang bangunan sebesar 90 juta dan uang semesteran 20 juta



A. Estimasi Biaya Kampus sampai Jadi Dokter (Misalnya untuk tahun 2009)
1. Pre-Klinik selama 6 Semester   : 6x12 Juta = 72 Juta
2. Klinik selama 4 Semester          : 4x12 Juta = 48 Juta
3. Uang bangunan                         : 62,5 Juta  
------------------------------------------------------------------- +
Total yang harus dibayar hanya untuk biaya kampus adalah : 182,5 Juta

B. Biaya Keperluan Kampus

1. Uang buku kedokteran 
Secara umum, di Fakultas Kedokteran di Indonesia terdapat 15 Ilmu Dasar yang harus dipelajari (baca artikel : Preklinik Kedokteran) dan ditambah 20 Modul/Sistem Kedokteran selama 3 Tahun.
Dimana-mana pilihan selalu ada, jika Windows Seven buatan Micrososft ada versi original dan non-original, begitu juga Buku, ada dua pilihan yaitu Buku Asli dengan harga variasi antara 300.000-1.5 Juta dan Buku Bajakan dengan variasi harga antara 50.000-300.000.
Kita hitung secara "perkiraan", jika mahasiswa berniat HANYA membeli SATU buku untuk masing-masing Ilmu Dasar dan Modul.
15 Ilmu Dasar x 500.000 (Ambil reratanya untuk buku asli dan bajakan)    = 7,5 Juta
20 Modul x 500.000 (Ambil reratanya untuk buku asli dan bajakan)          = 10 Juta
--------------------------------------------------------------------------------------
Total untuk Buku : 17,5 Juta

2. Pulsa Handphone
Saya asumsikan, setiap bulannya seorang mahasiswa menghabiskan pulsa untuk Handphone sebesar Rp. 100.000 (Tergantung Merk Handphone dan Paketan Handphone). Saya sarankan, gunakan kartu HP yang banyak menjanjikan ke-GRATIS-an.
12 bulan x 5 tahun x 100.000 = Rp. 6.000.000
(Kecuali kalau punya faktor "P" ya, bisa-bisa lebih)

3. Pulsa Modem
Saya juga mengasumsikan, setiap bulannya rata-rata menghabiskan pulsa modem Rp.100.000      
12 bulan x 5 tahun x 100.000 = Rp. 6.000.000

C. Berbicara "ngampus" berarti "harus" bicara juga "ngekost" dan "ngemil" nyak,
kita buat estimasi saja :
1. Kost selama 5 Tahun (Misalnya di kawasan Jabodetabek) setiap tahunnya rata-rata 5 juta.
    Berarti : 5x5 Juta   = Rp.25.000.000
2. Makan selama 6 tahun (rata-rata untuk warteg sekali makan adalah Rp.8.000)
   365 hari x 5 tahun x 8.000 x 3 kali/hari  = Rp.43.800.000
3. Jajan "biasa" selama 6 tahun (rata-rata setiap harinya adalah Rp.10.000)
   365 hari x  5 tahun x 10.000 = Rp. 18.250.000
--------------------------------------------------------------------+
Total adalah sebesar 87.050.000

D. Biaya Hiburan "yang wajar" untuk Mahasiswa :

1. Nonton di Bioskop (Tergantung apakah IMAX,XXI, 21Cinema, Premiere, atau Blitz)
    Saya ambil rata-rata nya yaitu sebesar Rp.30.000 dan karena tidak setiap bulan ada film "wow", jadi saya perhitungkan setiap 2 bulan sekali.
6 kali dalam setahun X 5 tahun x 30.000  = Rp.900.000
(Kecuali kalau punya faktor "P" ya, bisa-bisa setiap minggu)

2. Makan "enak"
Makan enak disini saya asumsikan berupa KFC, AW, McD, Warung Steak, Boplo, de el el...
Saya juga rata-ratakan pasti "yang kaya gini" selalu ada misalnya setiap dua bulan sekali.
6 kali x 5 tahun x Rp. 50.000 = Rp.1.500.000
(Kecuali kalau punya faktor "P" ya, bisa-bisa setiap minggu juga) 


Total Uang Kuliah dan Uang Harian selama tinggal di daerah Jabodetabek khususnya Ciputat adalah :
Rp.301.450.000
(Jangan khianati kepercayaan orang tua)
Untuk angkatan yang masuk tahun 2011 berarti saya totalkan minimal yang harus dikeluarkan adalah : 410.095.000 (Hampir setengah Milyar)

NB : Ini adalah biaya "Minimal" karena setiap mahasiswa berbeda-beda.
Created by : Adi Heryadi "abdihilap"

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :
Biaya Kuliah Fakultas Kedokteran
Virus Jahat Yang Wajib Dikenali Sebelum Skripsi
Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah
_______________________________________________________________________________

Selasa, 11 September 2012

VIRUS JAHAT SEBELUM SIDANG SKRIPSI YANG WAJIB KITA KENALI

Menjadi “buronan” dosen pembimbing skripsi selama dua tahun itu rasanya cukup malu…..NAMUN, terimakasih untuk dokter pembimbing yang selalu memotifasi dan memberi arahan (dan tentunya memberi pinjaman buku).


Perjalanan mendapatkan gelar “Sarjana” ternyata tidak-lah mudah seperti yang dibayangkan sebelumnya, tidak bisa hanya dengan duduk manis di bangku kayu (baca : kursi keras) sampai tingkat akhir.
Jika kelas tiga SMA kita merasa galau dihadapkan dengan Ujian Nasional, hal itu ternyata berulang lagi ketika menginjak tingkat tiga akhir di kampus, kita akan berhadapan dengan sebuah momen yang tak kalah berat-nya yaitu Skripsi. Setiap orang mempunyai cerita dan pengalaman sendiri mengenai skripsi-nya, dari mulai pembuatan proposal sampai membuat laporan.

Saya akan bagi menjadi tiga zona yaitu Pra-sidang (berupa Proposal dan Perizinan), Sidang (berupa Pembuatan Laporan dan Presentasi) dan Pasca-sidang. Sebenarnya ini hanya pembagian saya sendiri, belum ada daftar pustaka yang pasti. Tiap zona punya karakteristik ujian dan kesulitan berbeda-beda seperti halnya bermain game.  Saya akan memulai dari zona pra-sidang atau masa sebelum sidang, beberapa karakteristik kesulitan yang “sering” dan akan kita hadapi yaitu :

Rangking pertama yaitu "Penolakan Proposal". Biasanya hal ini diakibatkan beberapa varian virus jahat yang menyerang system komputerisasi mata dan otak yang sering tidak sinkron. Virus “Label” alias Latar Belakang merupakan penyakit yang paling sering menghalangi para skripsi-ater di negeri ini. Hati-hati dan selalu waspada karena dari semua mahasiswa di Ffakultas Kedokteran angkatan 2009 UIN Jakarta tidak ada yang lolos dari virus ini. Virus kedua adalah “Jumpel” alias Jumlah Sampel. Mahasiswa sering bolak-balik kantor dosen hanya untuk memastikan apakah hitungannya sudah benar atau salah. Kalimat yang membuat lega perasaan adalah perkataan dosen “Sampel kamu sudah cocok…”. Meskipun virus “Tipu” alias Tinjauan Pustaka berada di rangking ketiga, namun jangan gegabah, harus tetap hati-hati karena dosen pembimbing akan memeriksa setiap kata-kata yang kita tuliskan bahkan saking rajinnya memeriksa koma(,) dan titik (.).

Rangking kedua ditempati oleh "Kegagalan Mengambil Sampel". Hal yang saya hadapi yaitu masalah perizinan ke tempat pengambilan sampel yang akan kita datangi, bisa karena letaknya yang jauh atau mungkin surat perizinan yang tak kunjung dibaca (baca : acc). Lain halnya jika penelitiannya berupa eksperimen, kita akan berhadapan dengan perkataan “aduh, alat-alatnya susah dan mahal”, atau mungkin “aduh, tempat uji sampelnya terjatuh ga disengaja”

Rangking ketiga adalah "Wajar (Wajib Belajar) SPSS". Sebenarnya jika saya bandingkan dengan Excel, SPSS tidak lah serumit Excel atau software perhitungan yang lain. Namun yang membuat saya sulit adalah saya harus mengetahui kakteristik atau jenis data yang akan kita olah, ditambah rumus-rumus atau formulanya bermacam-macam sesuai keinginan isi skripsi kita. Ingat, keinginan "isi skripsi kita" bukan "keinginan kita".

Ini hanyalah cerita singkat saya selama ini, untuk selanjutnya saya akan kembali memposting cerita selama sidang setelah jam 14.05 pada tanggal 24 September 2012 nanti.

Wassalam.

Rabu, 05 September 2012

BERSYUKUR DENGAN MATA YANG NORMAL

Terik matahari yang terus-terusan memancarkan kekuatannya dari langit membuat saya malas untuk keluar kamar, bahkan hanya untuk mengeringkan handuk bekas mandi pagi tadi. Mungpung hari Minggu, hari bebas belajar atau bahasa gaulnya “hari bermalas-malasan”, berjam –jam hanya untuk menyelesaikan novel untuk Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta yang sebelumnya sudah saya posting di www.abdihilap.com

Jam di dinding sudah menunjukkan jam dua siang, suara dentuman usus yang sedang menari di perut terus berontak karena sama sekali belum terisi apapun dari pagi. Karena alasan “prioritas” itulah akhirnya saya memaksakan untuk membuang rasa malu saya terhadap teriknya matahari. Begitu membuka pintu kamar, mata tidak kuat menerima cahaya yang tiba-tiba langsung datang menerkam sel-sel penerima cahaya di retina mata.

Tanpa memanaskan mesin milik “Yuruichi Honda” saya langsung tancap gas sekuat-kuatnya menuju daerah Legoso, kira-kira berjarak 1 kilometer dari kostan tanpa menggunakan helm dan jaket. Sambil mengendarai motor saya memikirkan warung tegal alias warteg yang beruntung mendapatkan rizki dari saya siang ini. Kemudian tercetuslah ide untuk mencicipi ayam penyet disamping alfa..tet..tete..tet (nama disamarkan).
Belum sampai setengah tujuan, saya dikagetkan dengan suara “Brak…Brak..”, seperti suara plastic yang berisikan benda gampang pecah. Gas motor saya pelankan dan mencoba untuk menoleh kebelakang supaya memastikan semua berjalan lancar. 

Alangkah kagetnya, ketika saya melihat seorang laki-laki memakai kaca mata hitam, beperawakan cukup tinggi, terjatuh diatas aspal dan disampingnya tergeletak kerupuk-kerupuk yang berjatuhan. Tidak ada satupun orang yang mengaku sebagai tersangka penabrak penjual kerupuk tersebut. Saya langsung turun dari motor dan membantu bapak tersebut untuk berdiri agar tidak mengganggu arus jalan.

Saya sangat kaget, ternyata bapak tersebut tidak bisa melihat alias buta. Langsung saya ajak bapak tersebut ke samping jalan dan duduk disamping tiang listrik. Karena merasa kasihan, saya mencoba untuk mengajak ngobrol mengenai keseharian dari bapak tersebut. Ternyata bapak tersebut sudah buta dari sejak kecil, menikah dengan perempuan yang tidak bisa berbicara, tinggal di sebuah kost-kostan kecil yang sudah 5 bulan belum dibayar, beliau rela mencari nafkah ditengah keterbatasan fisik agar anak nya bisa sekolah di tingkat SD. Mendengar cerita bapak tersebut, jujur bukannya lebay atau tiba-tiba saya pindah kepribadian jadi anak alay, tapi memang ceritanya patut masuk harian Istana atau DPR, agar para pemimpin disana lebih memperhatikan orang-orang seperti bapak ini.

Saya teringat dengan penjelasan salah satu dosen saya ketika mengajar modul indera, bahwa kita harus bersyukur dengan panca indera yang kita miliki dengan sempurna, diluar sana ada banyak orang yang tidak Allah anugerahi kesempurnaan penciptaan. Maka, jangan sampai mata dipergunakan untuk sesuatu yang tidak benar dan menyalahi tempatnya.

Maka sejak saat itu sampai ketika saya menulis pengalaman untuk tugas dokmus ini, saya selalu membeli kerupuk-kerupuknya dengan harga yang lebih meskipun saya tidak memerlukannya, karena hanya ingin membantu. Saya teringat dengan ucapan :
Carilah alasan alasan untuk membeli barang-barang dari penjual yang sudah tua renta, meskipun kita tidak memerlukannya.

Kamis, 02 Agustus 2012

Obat Penawar Derita

Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”
Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya,

“Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?”

Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”
Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.

Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”
Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.

Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”
Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.

(Source : http://iphincow.wordpress.com)

Kehebatan Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia


1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glicemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang memberikan pengaruh stimulatif bagi respon imunitas tubuh.

9. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

11. Manfaat lain ditunjukkan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

12. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (neutrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi sel-sel radang dan bakteri.

13. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.

14. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk schizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi

15. Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.

16. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa

17. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

18. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.

19. Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

20. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Rabu, 18 Juli 2012

Setengah Abad Prof. DR.dr.MK Tadjudin,Sp.And sebagai Dokter dan Pendidik

"....Kekayaan yang paling utama adalah kekayaan yang bisa dibawa kemana-mana yaitu ilmu.

Kegiatan yang Diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ruang Auditorium Utama yang bernama Auditorium Prof.DR.Harun Nasution ini adalah sebagai penghargaan untuk Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And yang telah mengabdi untuk dunia kedokteran dan pendidikan selama setengah abad dari tahun 1962 - 2012.

Acara dimulai dengan Pembacaan ayat suci alquran dan dilanjutkan dengan musik Gamelan dari Sekolah Islam Tugasku Pulomas Jakarta Timur yang diiringi dengan Tari betawi. Tidak ketinggalan, lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN bergema di ruang auditorium ini.



Golden Anniversary ini dihadiri oleh Rektor dan Purek UIN, seluruh Dekan dan dosen dari FK UIN, Sejawat dari FKUI, seluruh mahasiswa dan terutama keluarga beliau. Ada yang unik dan heboh, Ketua Prodi Pendidikan Dokter, DR.dr. Syarief Hasan Luthfi, Sp.KFR menyumbangkan sebuah lagu yang diiringi dengan puisi dan pemberian bunga.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. DR. Der Sosz. Gumilar, Direktur Pascasarjana UIN, Prof. Sir. Azyumardi Azra, Kerua Umum Ikatan Dokter Indonesia dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia ikut memberikan sumbangsih dalam bentuk Video Note yang diputar dihadapan semua undangan.

Dr. Arlis Reksoprodjo, Sp.PD sebagai salah satu pendiri FKIK UIN yang juga merupakan teman semasa kuliah di FKUI memberikan sambutan mengenai pengabdian Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And dan dasar lahirnya FKIK UIN ini. Beliau menjelaskan bahwa pentingnya seorang dokter atau paramedis lainnya mempunyai skill dalam bidang keagamaan agar tuntutatan yang sering ada di masyarakat bisa terpenuhi. Beliau mengharapkan agar FKIK UIN sebagai contoh dan rujukan dalam bidang kedokteran islam yang ada di Indonesia khususnya. Beliau menceritakan bagaimana susah senangnya mendirikan Fakultas Kedokteran di UIN bersama dengan anggotan pendiri lainnya selama dua tahun dan sulitnya menentukan siapa yang akan duduk sebagai dekan saat itu hingga terpilihlah Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And sebagai dekan pertama FKIK UIN Jakarta yang dinilai sangat berpotensi dalam bidang pendidikan kedokteran terlebih lagi pernah duduk sebagai Dekan FKUI dan Rektor Universitas Indonesia periode 1994 - 1998.

Acara inti, Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And., memberikan sambutan sekaligus materi kedokteran mengenai Ilmu Biomedik yang berkembang di Indonesia. Beliau menceritakan dari semasa kuliahnya yang mulai terbiasa menambah bekal keilmuan dari berbagai jurnal yang disediakan di FKUI sehingga berharap bahwa di FKIK UIN pun sarana teknologi bisa semakin berkembang supaya mahasiswa bisa dengan mudah mengakses jurnal-jurnal internasional.

Beberapa pesan beliau untuk semua mahasiswa FKIK UIN yaitu :
1. Kekayaan yang paling utama adalah kekayaan yang bisa dibawa kemana-mana yaitu ilmu.
2. Saling membantu dalam segala hal
3. Profesional dalam keilmuan
4. Bisa berkomomunikasi dengan baik
5. Hiduplah secara hemat
6. Meningkatkan kreatifitas
7. Gantungkan cita-cita setinggi langit


Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And sudah menjadi asisten dosen semasa kuliahnya, aktif berkecimpung dalam dunia penelitian dan berhasil menerbitkan sebuah makalah internasional pertama pada tahun 1965. Namun sejak tahun 1980 beliau lebih aktif dalam bidang non-klinik di Universitas Indonesia sehingga akhirnya terpilih sebagai Rektor UI ke-10 tahun 1994 - 1998.

Setelah itu, Rektor UIN Jakarta memberikan sambutan bahwa memang diakui dengan adanya Fakultas Kedokteran bisa meningkatkan pamor dan citra UIN bahkan beliau meminta kepada Departemen Agama supaya mendirikan Fakultas Kedokteran di UIN lain di Indonesia. Disamping itu beliau mengatakan bahwa Bidang ilmu kedokteran merupakan bidang yang paling terukur dalam kehidupan. Beliau memuji Prof. Dr. Hc. MK Tadjudin, Sp.And dengan tingkatan kehidupan yang sudah menempuh Oterwise dan Legacy, suatu tingkatan dalam kehidupan yang berarti telah menempuh kesuksesan.
















Rabu, 13 Juni 2012

PAHALA BERLIMPAH DARI SEBUAH AMPLOP

“ Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.
(Kutipan dari sebuah kisah hikmah yang harus direnungi)

Mengutip artikel dari seorang teman saya yang sedang kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah kampus yang tidak diragukan lagi akreditasinya...

Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. 
_________________________________________________________________________________
Baca juga artikel mengenai :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran

Memperbaiki Komputer sendiri tanpa harus dibawa ke Toko 
Download Software-software terbaik 2012
Membuka Windows yang di Password

________________________________________________________________________________


Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.