Jurus(kurang)Jitu FKUIN Jakarta-RSUP Fatmawati

Sebuah catatan singkat selama menjalani koas, lebih lengkapnya silahkan cek di Youtube kanal Abdihilap.com

Video abdihilap

Temukan lebih banyak video hanya di kanal abdihilap.com di Youtube

Pages

Selasa, 22 Mei 2012

FAKULTAS KEDOKTERAN DI INDONESIA

Fakultas kedokteran di Indonesia terdapat pada perguruan tinggi negeri maupun swasta. Berikut adalah daftar universitas yang memiliki fakultas kedokteran :

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah
_______________________________________________________________________________



Selasa, 24 April 2012

MENGENAL FAKULTAS KEDOKTERAN UIN

Dengan keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 8 Juni 2002 bersamaan dengan upacara Dies Natalis ke-45 dan Lustrum ke-9 serta pemancangan tiang pertama pembangunan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui dana Islamic Development Bank (IDB). 

Satu langkah lagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambah fakultas yaitu Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Program Studi Kesehatan Masyarakat) sesuai surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1338/ D/T/2004 Tahun 2004 tanggal 12 April 2004 tentang izin Penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat (S-1) pada Universitas Islam Negeri dan Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam tentang izin penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana (S-1) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor Dj.II/37/2004 tanggal 19 Mei 2004.

________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah


_______________________________________________________________________________





Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki 4 (empat) Program Studi, yaitu :

1. Kesehatan Masyarakat

Program Studi Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan keislaman untuk memenuhi kebutuhan sarjana kesehatan yang Islami yang bersedia bekerja di seluruh pelosok tanah air. Gelar akademik yang diperoleh adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).

2. Program Studi Farmasi

Program Studi Farmasi bertujuan menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidangnya dan memiliki kemampuan untuk bekerja dalam berbagai bidang, pelayanan kesehatan (pemerintah, apotik dan rumah sakit), pendidikan (perguruan tinggi dan sekolah kejuruan), lembaga-lembaga penelitian dan lain-lain. Serta dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama Islam, IPTEK, dan seni yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Farmasi (S.Far).

3. Program Studi Pendidikan Dokter

Program Studi Pendidikan Dokter diharapkan dapat menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas, beriman dan bertaqwa, memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dalam persaingan global, mampu mengintegrasikan ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan Islam, serta berkontribusi secara nyata dalam peningkatan kualitas hidup bangsa. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan setelah menjalani program profesinya maka gelar yang diperoleh adalah dokter (dr.).

4. Program Studi Ilmu Keperawatan

Program Studi Ilmu Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang dapat menjadi tenaga ahli terampil di bidang keperawatan, beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, berwawasan luas, dan profesional, berdasarkan relevansi dan kebutuhan pasar melalui peningkatan kualitas penelitian dan pendidikan serta berperan serta dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Keperawatan (S.Kp)

Kurikulum

Kurikulum Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggunakan kurikulum nasional yang berbasis kepada kompetensi, yaitu terdiri dari kompetensi dasar, utama dan pendukung. Penjelasan kurikulum masing-masing Program Studi ialah sebagai berikut :

1. Program Studi Kesehatan Masyarakat.

a. Kompetensi Lulusan

Ciri khas lulusan yang ditawarkan oleh UIN Syarif Hidayatullah adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan keislaman untuk memenuhi kebutuhan sarjana kesehatan yang Islami yang bersedia bekerja di seluruh pelosok tanah air.Kompetensi khusus yang ditawarkan Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah:

1) Perencana; Manajer Kesehatan,

2) Peneliti kesehatan,

3) Pelatih Kesehatan pada skala Nasional, Propinsi, dan Kabupaten-Kota.Penjabaran kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:1) Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian Islam.2) Menguasai dasar-dasar ilmiah dan dasar-dasar keislaman sehingga mampu berpikir, bersikap dan bertindak sebagai ilmuwan dijiwai oleh nilai-nilai Islam.3) Menghayati pembangunan di bidang kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional.4) Mampu menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode kesehatan masyarakat dalam mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah-masalah kesehatan masyarakat Indonesia sekarang dan yang akan datang; serta menyelesaikan masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi dan evaluasi program-program yang bersifat preventif dan promotif, tanpa mengabaikan program yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.5) Mampu mendidik dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan.6) Memahami dan mampu menggunakan hasil-hasil penelitian untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi upaya-upaya kesehatan.7) Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan iptek terutama di bidang kesehatan masyarakat; serta mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan meningkatkan serta mengembangkan diri dalam ilmu kesehatan masyarakat, dengan berpedoman pada pendidikan seumur hidup. Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai tahun akademik 2005-2006 membuka 2 (dua) konsentrasi peminatan, yaitu 1) Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat2) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedangkan kompetensi yang diharapkan, adalah:1) Sarjana Peminatan Gizi memiliki ketrampilan dan keahlian seorang ahli kesehatan masyarakat untuk mengelola atau memberi advokasi program gizi institusi maupun program gizi masyarakat dalam menganggulangi overnutrition dan undernutrition.2) Sarjana Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki ketrampilan dan keahlian seorang ahli kesehatan masyarakat yang menguasai dan dapat mengembangkan konsep-konsep dasar K3 menjadi budaya K3 di tempat kerja.

b. Area Kompetensi

1) Iman dan Takwa.2) Epidemiologi dan Biostatistik.3) Pendidikan Kesehatan dan Ilmu perilaku.4) Kesehatan Lingkungan.5) Kesehatan dan Keselamatan Kerja.6) Administrasi Kebijakan Kesehatan.7) Gizi Kesehatan Masyarakat.

c. Struktur Program dan Isi Mata Kuliah

Struktur isi mata kuliah Program Studi Kesehatan Masyarakat d ikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu:1) Kompetensi Dasar.2) Kompetensi Utama.3) Kompetensi Penunjang.Didalam kompetensi tersebut dijabarkan mata kuliah yang termasuk dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:a) Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)b) Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)c) Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)d) Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)e) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)Jumlah sks minimal yang dibutuhkan sebagai syarat kelulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah 154 sks. Jika jumlah sks yang dimiliki mahasiswa masih kurang dari batas minimal maka mahasiswa dapat mengambil mata kuliah wajib pilihan yang tersedia.

d. Penentuan Peminatan

Peminatan ditentukan pada semester 6 sesuai dengan minat mahasiswa.Tata cara penentuan peminatan adalah:1. Pada Semester VI semua mahasiswa sudah harus memiliki konsentrasi peminatan.2. Setiap mahasiswa harus menentukan salah satu dari 2 konsentrasi peminatan.3. Peminatan yang banyak diminati mahasiswa akan ditentukan melalui IPK terbaik dari mahasiswa yang memilih peminatan tersebut berdasarkan kuota yang tersedia dan tidak boleh memiliki nilai C pada mata kuliah yang berhubungan dengan konsentrasi peminatan yang dipilihnya.

e. Pengalaman Belajar Lapangan

Pengalaman belajar Lapangan dilakukan pada Semester V dan VI dalam bentuk kerja kelompok di bawah bimbingan staf pengajar. Pengalaman Belajar Lapangan merupakan siklus pemecahan masalah yang materi substantifnya adalah “Community Health Diagnosis” dan Pengembangan Proyek Intervensi. Pengalaman belajar Lapangan masing-masing semester berbobot 2 sks.

f. Magang

Magang merupakan salah satu komponen integral dari keseluruhan program pendidikan sarjana kesehatan masyarakat dan merupakan mata ajaran wajib dengan bobot 3 sks. Magang bertujuan untuk menciptakan sarjana kesehatan masyarakat yang siap pakai, mampu mengikuti perkembangan zaman, memiliki keterampilan, dan memiliki empati serta profesionalisme sesuai dengan konsentrasi peminatannya. Magang dilaksanakan pada Semester VIII dalam bentuk kerja kelompok atau perorangan di bawah bimbingan staf pengajar. Bentuk magang ada 2 macam, pertama dikaitkan langsung dengan mata ajaran tertentu dan kedua dikaitkan dengan keterampilan khusus yang dikembangkan sesuai dengan peminatannya.

2. Program Studi Farmasi

Kurikulum Program Studi Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah disusun berbasis kompetensi dengan mengintegrasikan ilmu kefarmasian modern dengan budaya dan potensi alam Indonesia yang dituntun oleh ajaran islam, yakni dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :a. Ajaran Islam sebagai sumber dari segala ilmu b. Perkembangan ilmu pengetahuan & teknologic. Mencermati potensi alam Indonesia yang sangat kaya terhadap keaneka ragaman hayati sebagai sumber bahan obatd. Penerapan ilmu kefarmasian yang lebih cocok untuk diaplikasikan pada masyarakate. Masyarakat yang lebih berpendidikan, lebih sadar hak & hukum serta pemeliharaan kesehatanf. Pergeseran sikap, pandangan & kebijakan pemerintah dan masyarakat terhadap kefarmasian.g. Perkembangan & penemuan obat baru baik natural maupun sintetikh. Perkembangan dalam analisis obat-obatan, makanan halal & kosmetiki. Penelitian dan Pengembangan obat-obatan dimasa depan.j. Penerapan kode etik kefarmasian yang islami. k. Penerapan proses pembelajaran seumur hidup. Untuk itu Program Studi farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah menekankan pada 5 kompetensi utama sesuai kurikulum nasional ditambah kompetensi yang merupakan kekhasan di FKIK UIN.

a. Kompetensi Utama

1) Kemampuan mengintegrasikan ilmu farmasi dengan ke-islaman dan ke-indonesiaan2) Ketrampilan sosial budaya3) Ketrampilan menerapkan ilmu farmasi yaitu teknologi farmasi, bahan alam, farmasi klinis, analisis farmasi4) Keterampilan riset & menuliskan hasil riset dalam media nasional & internasional5) Ketrampilan dalam menggunakan & menilai secara kritis teknologi informasi6) Etika, moral & profesionalisme dalam praktek kefarmasian

b. Kompetensi Pendukung

1) Ketrampilan dalam kewirausahaan2) Ketrampilan dalam manajemen farmasi3) Ketrampilan dalam komunikasi & informasi4) Farmasis muslimPenyusunan kurikulum Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah mengacu kepada kurikulum yang disusun untuk program strata satu (S-1) Farmasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), kemudian ditambah dengan muatan lokal yang dibuat berdasarkan visi dan misi dari UIN Syarif Hidayatullah. Kurikulum berbasis kompetensi ini terdiri dari:

a. Kurikulum inti

Kurikulum inti dikelompokkan atas:1) Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian) 2) Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan) 3) Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya) 4) Kelompok MKP ( Matakuliah Pilihan)

b. Kurikulum Institusional

1) Kelompok MPB ( Mata Kuliah Perilaku Berkarya) 2) Kelompok MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat) 3) Kelompok MKP (Mata Kuliah Pilihan )Dari kurikulum tersebut dikelompokkan dalam 3 kompetensi lulusan terdiri atas:a. Kompetensi dasarb. Kompetensi utamac. Kompetensi pendukung

3. Program Studi Ilmu Keperawatan

a. Tujuan

1) Tujuan umum

Menghasilkan profesi Ners (Ns) dengan kualifikasi akademik Sarjana Keperawatan (SKep) yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, mempunyai keunggulan yang kompetetitif dalam persaingan global serta mampu mengintegrasikan ilmu keperawatan dan ilmu pengetahuan keislaman sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas derajat kesehatan bangsa Indonesia.

2) Tujuan khusus

a) Memiliki sikap profesional dan Islamib) Mampu melaksanakan asuhan keperawatanc) Mampu mengelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inapd) Mampu melaksanakan penelitian sederhanae) Mampu berperan sebagai pendidik tenaga keperawatan yang berada di ruang lingkup tanggung jawabnya

b. Kompetensi

Kompetensi lulusan Program Studi ilmu keperawatan di FKIK Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah adalah sebagai berikut:

1) Kompetensi Dasar

a) Mampu memahami dan menerapkan nilai nilai Keislaman b) Mampu menjadi warga negara Indonesia yang baik (Kewarganegaraan)c) Mampu menggunakan bahasa Arab secara pasifd) Mampu menggunakan bahasa Inggris secara pasif dan aktife) Mampu mengintegrasikan ilmu fiqih dalam keperawatan (Fiqih kesehatan)f) Mampu melakukan Praktek ibadah dan qiroah

2). Kompetensi Utama

a) Keterampilan keilmuan dan dasar-dasar keperawatan· Keterampilan menerapkan konsep keperawatan lintas budaya (transcultural nursing) dalam proses keperawatan· Keterampilan menerapkan konsep hubungan bantuan (Helping relationship)· Keterampilan mengumpulkan data dalam proses keperawatan· Keterampilan melakukan analisis data dalam proses keperawatan· Keterampilan merencanakan asuhan keperawatan dengan melibatkan klien dan keluarga dalam proses keperawatan· Keterampilan melaksanakan tindakan keperawatan· Keterampilan melakukan evaluasi dan revisi proses keperawatan· Keterampilan melakukan dokumentasi asuhan keperawatan· Keterampilan mengelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inap pada kasus yang lazim terjadi· Keterampilan mengelola masalah kesehatan yang lazim terjadi pada individu, keluarga dan masyarakat · Kemampuan menjadi anggota tim dalam pelayanan kesehatan · Memiliki tanggung jawab profesional

3). Kompetensi Pendukung

a) Keterampilan memanfaatkan berbagai sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi terkinib) Mampu melaksanakan Riset keperawatan tingkat pemula

4. Program Studi Pendidikan Dokter

Kurikulum inti pendidikan dokter ditetapkan oleh Pemerintah (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) bersama dengan Kolegium Kedokteran Indonesia sebagai bagian dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan pengguna lulusan atau stake holder lainnya. Kurikulum Pendidikan Dokter di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dikembangkan dari Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia III (KIPDI III) yaitu Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi (KBK) untuk Pendidikan Dokter Dasar, yang memberikan pelayan strata primer dengan pendekatan konsep dokter keluarga yang bersifat Islamik. Kurikulum ini merupakan perpaduan Kurikulum yang dikembangkan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (KURFAK FKUI 2005) selaku Fakultas Pembina dengan Kurikulum yang bersifat Islamik yang merupakan kurikulum dasar dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.Kurikulum berbasis kompetensi membagi Pendidikan dokter menjadi tiga tahap, yaitu:

a. Tahap kesatu pendidikan umum 1 semester. Untuk mencapai keterampilan dan sikap dasar yaitu keterampilan belajar sepanjang hayat, keterampilan generik dan sikap peduli terhadap lingkungan/masyarakat.

b. Tahap kedua pendidikan terintegrasi horizontal dan vertikal untuk mencapai pengetahuan kedokteran, untuk menanggulangi masalah pasien dan masyarakat secara ilmiah termasuk keterampilan penelitian, minimal 6 semester.

c. Tahap ketiga pendidikan berbasis kompetensi sebagai kemampuan profesi klinik dan kedokteran komunitas, minimal 3 semester.Pendidikan ini akan menghasilkan lulusan dokter. Setelah selesai menjalani pendidikan, dokter baru diharuskan mengikuti tahap “internship” selama 2 semester atau magang/latihan kerja sebagai dokter baru untuk mendapatkan sertifikat melakukan praktek mandiri dari Kolegium Dokter Indonesia.Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai tujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik-profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan ilmu pengetahuan agama Islam secara integratif, serta menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan ilmu agama Islam secara integratif serta mengupayakan pemanfaatannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan dalam upaya pembangunan karakter bangsa.Kurikulum PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, turut pula memperhatikan adanya perkembangan di masa depan, yaitu; a. Terjadinya pergeseran masalah kedokteran dan kesehatan yang dihadapi masyarakat b. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berlangsung tanpa henti. c. Masyarakat lebih berpendidikan, lebih sadar hak dan hukum. d. Pergeseran sikap, pandangan dan kebijakan tentang pendidikan dokter sebagai pendidikan profesi, kedudukan dan peran organisasi profesi dalam pelaksanaan pendidikan. e. Tekanan kesejagatan (global) yang berupa revolusi telekomunikasi dan ledakan informasi.Untuk itu, PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menekankan pada 7 kompetensi utama sesuai dengan Kurikulum Nasional ditambah 5 kompetensi yang merupakan kekhasan dari FKIK UIN selaku Universitas Islam di Indonesia.

a. Kompetensi Utama

1) Keterampilan Sosial-Budaya2) Keterampilan klinik dasar3) Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku dan epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga4) Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga maupun masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik, bersinambungan, terkoordinir dan bekerja sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer5) Memanfaatkan dan menilai secara kritis teknologi informasi6) Mawas diri dan pengembangan diri dengan belajar sepanjang hayat7) Etika, moral dan profesionalisme dalam praktek

b. Kompetensi Pendukung
1) Riset; 2) Pengelolaan kegawat-daruratan kedokteran dan kesehatan; 3) Manajemen pelayanan kesehatan; 4) Dokter Muslim; 5) Pengantar Dasar Perguruan Tinggi.

Senin, 09 April 2012

JALAN MENUJU DOKTER MUSLIM


Jalan Menuju Dokter Muslim

Penulis           : Nesta Engra Avicenna, dkk.
Penyunting     : Triani Retno A
Tata Letak      : Dani Ardiansyah
Cover            : Dani Ardiansyah
ISBN             : 978-602-9142-50-1
Ukuran           : xvi + 148 hlm (164 hlm) ; 14,8 x 21 cm
Harga             : Rp 55.000

Jalan ini adalah pilihan, menjadi dokter yang tidak hanya sekedar dokter, tapi dokter yang tahu betul bahwa ia adalah da’i sebelum menjadi apa pun. Dokter yang dalam kehidupan sehari-harinya mencerminkan akhlak mulia yang akan menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat, menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan terhadap semua pasiennya, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, serta melakukan perbaikan signifikan dalam masyarakat. Dokter itu adalah kita, dokter muslim yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam, menyampaikan, dan mendakwahkannya. Inilah jalan kita, jalan menuju dokter muslim.

“Disetiap perjalanan selalu ada pernik-pernik pemandangan disekitarnya, buku “Jalan Menuju Dokter Muslim” ini melukiskan pernik-pernik itu dengan detail yang menjadikan perjalanan itu indah.”

Abdul Mughni Rozy, dr., SpB-Penulis buku Blue Surgeon
“Enlightening. An honest and insightful stories of life in medical school. A breakthrough in medical students history: how merely knowledge and skill are not enough.”

Almira Aliyannisa, S,Ked.-Mahasiswa Berprestasi Ke-dua Tingkat Nasional 2010
“Dengan membaca kisah-kisah inspiratif ini, kita diajak menyelami cara berfikir individu-individu calon dokter yang memiliki karakter yang kuat.”

Ali Reza, dr.-Ketua Umum FULDFK 2008-2009
Emy Kusmiawaty, Anggea Rachmawaty, Poby Karmendra, Rafky Yanuar, Rizki Amalia, Chicy Widya Morfy, Reagan Resadita, Irzal Rakhmadani, Nestri, Maryam, Muchtar Hanafi, Naenda Stasya, Hendri Okarisman, Intan Risna Dewi, Feni Dwi Lestari, Sofa Rahmannia, Erna Yulida, Cherish Idea Anissa Istanto

Twitter: @nestaenggra
Facebook: Nesta Enggra Avicenna
www.nestaenggra.blogspot.com
www.medicalzone.org


________________________________________________________________________________
Baca Juga  Artikel :

Fakultas Kedokteran di Indonesia
Pre-Klinik FK UIN Jakarta
Klinik FK UIN Jakarta
Pilihan Spesialis di Kedokteran
Ikatan Alumni Dokter UIN Jakarta
Departemen Kaderisasi BEMJ Pendidikan Dokter UIN Jakarta
Alasan Jadi Dokter ?
Standar Kompetensi Dokter Muslim UIN Jakarta
Masuk Susah, Keluar (juga) Susah


_______________________________________________________________________________




Minggu, 08 April 2012

i-DOMAIN (Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN)

i-DOMAIN (Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jkti-DOMAIN (Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) yang diresmikan pada 26 Maret 2011 merupakan ikatan alumni lulusan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN JKT) yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan almamaternya, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia.

Untuk menghimpun alumni PSPD FKIK UIN JKT yang tersebar di seluruh Daerah, perlu dibentuk wadah organisasi yang memungkinkan alumni PSPD FKIK UIN JKT dapat saling berkomunikasi, memelihara, dan mempererat hubungan antar alumni, dan antara alumni dengan almamaternya.

FILOSOFI LOGO DAN NAMA

Bentuk bulat menggambarkan sebuah ikatan.
Warna biru melambangkan persahabatan dan kasih sayang.
Tulisan berwarna putih melambangkan kesucian dan pakaian seorang dokter.
Lambang tongkat ular yang disertai bulan sabit dan bintang melambangkan kedokteran yang berasaskan Islam.
i-DOMAIN singkatan dari Ikatan Dokter Muslim Alumni UIN Syarif Hidayatullah.

Domain secara harfiah memiliki arti suatu tempat / wadah, sehingga diharapkan bisa menjadi wadah yang dapat mempersatukan dokter muslim alumni UIN yang bertujuan untuk mengharumkan nama almamater.

Dalam logo i-DOMAIN terdapat lambang UIN dengan latar belakang lambang kedokteran Islam mencerminkan dokter muslim lulusan UIN yang dapat mengintegrasikan keilmuan, keislaman dan keindonesiaan.

Visi:Mewujudkan silaturahmi di antara dokter muslim alumni UIN Syarif Hidayatullah dan civitas akademik UIN Syarif Hidayatullah serta mempunyai peran dalam kesehatan masyarakat.

Misi:Mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa PSPD UIN dengan Alumni dan Dosen.Menjalin komunikasi yang baik dan efektif antara mahasiswa PSPD UIN dengan Alumni dan Dosen.Meningkatkan keilmuan dalam bidang kedokteran dengan mengikuti seminar dan pelatihan.Mempunyai peran serta dalam pengembangan akademik PSPD.Mempunyai peran dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

E-mail : i_domain@ymail.com Facebook page : i-domain

abdihilap.corp
(Adi Heryadi)

Kamis, 29 Maret 2012

PROF.dr.EKA SANG "MEKANIK BATANG OTAK"

Sampai saat ini, Indonesia masih sangat kekurangan dokter ahli bedah. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, dokter ahli bedah yang dimiliki baru 120 orang atau rasionya 1 : 2 juta. Artinya, satu orang dokter bedah harus melayani 2 juta penduduk.

Dari jumlah yang sedikit itu, Prof dr Eka Julianta Wahyoepramono adalah salah satunya. Spesialisasinya pada ahli bedah syaraf (neurosurgeon), khususnya bedah batang otak, tentu saja membuat dr Eka Julianto makin menjadi orang dengan profesi yang langka di negeri ini.

Sebagai ahli bedah syaraf, nama dr Eka Julianta tak diragukan lagi. Reputasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi sudah mendunia. Misalnya, dia adalah visiting professor di Harvard
University Medical School. Prestasi ini sampai saat ini belum bisa disamai oleh dokter-dokter Indonesia lainnya.

Alasan seperti itulah yang membuat Pitan Daslani kemudian menuliskan biografi dr Eka Julianta. Buku yang diberi judul Tinta Emas di Kanvas Dunia itu diluncurkan di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur.



Kenapa diberi judul "Tinta Emas"? Bukankah sebagai dokter bedah mestinya dr Eka biasa memegang pisau dan peralatan-peralatan bedah lainnya? Rupanya Pitan punya alasan sendiri. "Dokter Eka telah menorehkan tinta emas dalam sejarah kedokteran, ketika untuk pertama kalinya dokter Indonesia dijadikan sebagai referensi bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di seluruh dunia," katanya.

Dr Eka Julianta Wahjoepramono adalah satu-satunya dokter yang mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia. Ia tercatat sebagai dokter pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien. Sukses ini juga yang melambungkan namanya ke kancah internasional, dan disegani dokter-dokter bedah saraf dunia.

"Saat ini juga, Dokter Eka saya nyatakan dicatatkan di rekor Muri, karena prestasinya berhasil membedah batang otak," ujar pendiri Muri Jaya Suprana saat peluncuran buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Jaya Suprana, yang juga pemilik perusahaan Jamu Jago Indonesia, prestasi Dr Eka luar biasa. "Sepengetahuan saya, batang otak tidak boleh diutak-atik. Tabu. Saking tabunya, batang otak disebut urusan Tuhan. kalau Dokter Eka menjadi bisa mengutak-atik batang otak, berardi anda ini sudah bagian dari Tuhan," kata Jaya, yang dikenal sebagai pemusik dan suka melawak.

Penulis Buki Tinta Emas di Kanvas Dunia , Pitan Daslani mengatakan, sudah mengecek se-Asia, sejauh ini, baru Dr Eka yang pertama dan berhasil membedah batang otak.

Prestasi membedah otak berawal 20 Februari 2001. Ketika itu, Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak.

"Saat itu, dunia termasuk dokter bedah saraf pun belum berani mengutak-atik batang otak. Karena kalau salah sedikit, pasti mati atau lumpuh. Tapi karena pilihannya mati atau hidup, saya beranikan diri membedah batang otak Pak Ardiansyah ini," ujar Dr Eka sambil menunjuk Ardiansyah yang berdiri di sampingnya.

Ardiansyah soerang yatim piatu. Saat itu dia datang diantar seorang kakaknya. Dalam peluncuran buku kemarin, ia juga memberi kesaksian. "Saya sudah pasrah, karena sakitnya. Alhamdulillah, dokter Eka ini dapat merawat. Saya ucapkan terima kasih," ujar Ardiansyah.

Selain Ardiansyah, ada lagi pasien miskin, Jumiati. Mahmud, suaminya, kepala sekolah swasta di Cengkareng, Jakarta Barat. Untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, Mahmud bekerja sambilan sebagai pemulung sampah. Operasi Ardiansyah dan Jumiati dilayani Dr Eka secara cuma-cuma di RS Siloam.

Bedah buku dipandu presenter Kick Andi, Andi F Noyo dengan pembicara Dr Eka, pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana, dan penulis buku Pitan Daslani. Sejumlah pasien yang berhasil diselamatkan hadir dan memberi kesaksian, keluarga mantan pasien yang gagal operasi dan meninggal pun tetap memuji karya dokter Eka.

Pasien lainnya, anggota TNI Angkatan Udara Kolonel Budi Laksono, mengatakan kesalutannya akan keberhasilan Dr Eka memulihkan kondisi kesehatannya dari serangan stroke. "Saya sudah 10 tahun menderita stroke. Dulu saya pilot TNI AU untuk pesawat Falcon-15 (F-15) dan F-16, dan Hercules. Walau tidak bisa lagi bermain-main di udara, saya bersyukur karena bisa karena bisa aktif di TNI AU sebai staf," ujar Budi.

Pujian lainnya dikemukakan Ny Lana Sarwono, janda Sarwono gagal saat mengalami operasi kedua kali. "Semula, saya mengalami pergulatan batin, mengapa Dokter Eka gagal menyelamatkan suami saya. Tetapi akhirnya saya dapat menerima, inilah takdir dari Tuhan dan saya mengikhlaskan suami saya pergi," kata Lana, sebelum menerima buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia.

Lana melanjutkan, di balik kegagalan operasi otak suaminya, masih ada hikmah. Lana menandaskan, "Saya berharap kiranya Dokter Eka dapat menyelamatkan lebih banyak, ratusan bahkan ribuan orang penderita otak."

HIKMAH KESEHATAN PENGUCAPAN "ALLAH"

Source from Indonesian Moslem Student Association of North America

Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist yang bernama Vander Hoven, profesor tersebut telah mengadakan sebuah survey terhadap pasien di rumah sakit Belanda yg semuanya non muslim selama tiga tahun. Dalam penelitian tersebut Vander Hoven melatih para pasien untuk mengucapkan kata "Allah" ( Islamic pronouncing ) dengan jelas dan berulang-ulang. 

Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress / ketegangan [ tension ]. "AL-Watan", surat kabar Saudi telah mengutip dari pernyataan profesor tersebut yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur'an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit yang ada hubungannya [ psychological diseases ]

VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata "Allah" sebagai solusi dari kesehatan , ia menekankan dalam penelitiannya bahwa huruf pertama dalam ALLAH yaitu 'A' dapat melonggarkan [ melancarkan ] pada jalur pernafasan [espiratory system ], dan mengontrol pernafasan [ controls breathing ]. Dan untuk huruf konsonan ' L ' dimana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax , juga Vander Hoven menambahkan bahwa huruf ' H ' pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-paru dan Jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung [ heart beat ].
Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, dimana penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-Qur'an ini sangat mengejutkan para ahli kesehatan di Belanda. Sekarang bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim yang meyakini akan kebesaran kitab Suci Al Qur'an, sudahkan membaca dan mengamalkannya..?

================================ O =====================================

Jumat, 02 Maret 2012

NEGERI 5 MENARA

Setelah menonton film Negeri 5 Menara semalam, saya tergugah untuk memposting alur ceritanya.

Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Bukittinggi, adalah seorang anak desa yang sangat pintar. Ia dan teman baiknya, Randai, memiliki mimpi yang sama: masuk ke SMA dan melanjutkan studi di ITB, salah satu universitas terbaik di negeri ini. Selama ini mereka menganyam pendidikan di sekolah agama Islam. Mereka merasa sudah cukup menerima ajaran Islam dan ingin menikmati masa remaja mereka seperti anak-anak remaja lainnya di SMA.

Alif mendapat nilai tertinggi di sekolahnya yang membuatnya merasa akan lebih terbuka kesempatan untuk Amak-nya (Ibu) memperbolehkannya masuk sekolah biasa, bukan madrasah lagi. Namun Amak menghapus mimpinya masuk SMA. “Beberapa orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah agama karena tidak cukup uang untuk masuk ke SMP atau SMA. Lebih banyak lagi yang memasukkan anaknya ke sekolah agama karena nilainya tidak cukup. Bagaimana kualitas para buya, ustad, dan dai tamatan madrasah kita nanti ? Bagaimana nasib Islam nanti? Waang punya potensi yang tinggi. Amak berharap Waang menjadi pemimpin agama yang mampu membina umatnya,” kata Amak yang membuat harapan anaknya masuk SMA pupus.

Dengan melihat film ini meskipun tidak sempat membaca novelnya, kita dapat dengan mudah kita menerka nuansa apa yang akan kita rasakan sampai pada selesainya novel ini yaitu nuansa Islam. Pembukaan ini merupakan pembukaan yang baik di mana pembaca dapat berharap banyak dan berimajinasi akan jadi apa Alif ini. Pemimpin negara ? Atau pemimpin besar agama? 

Jika kita membaca novelnya, maka gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat menarik. Ringan, deskriptif, dan mengalir serta mampu memperkaya kosakata dan wawasan berbagai macam bahasa daerah. Di dalam novel ini terdapat bahasa daerah Maninjau, Medan, Sunda, dan Arab. Tidak tertinggal catatan kaki di bagian bawah yang menjelaskan arti dari kata tersebut. Ungkapan-ungkapan dan peribahasa juga terdapat dalam penulisannya, seperti “man jadda wajada” yang paling sering dicantumkan. “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.” Ungkapan-ungkapan seperti ini sangat penting dalam sebuah novel karena mampu memberikan semacam trade mark yang membuat novel ini lebih terkenang di hati pembaca.


Novel ini menceritakan berbagai kisah sederhana kehidupan di Pondok Madani, sebuah pesantren modern di Jawa. Suka, duka, persahabatan, dan pengajaran-pengajaran PM yang sederhana namun mengena. Pondok Madani berbeda dengan sekolah agama lainnya karena di sini para murid dilatih untuk menjadi intelektual dan mampu menganalisa berbagai ilmu dari sudut pandang Islam. Sehari-harinya mereka wajib menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Jika melanggar, tidak mungkin tidak terlepas dari hukuman. 

Biarpun masuk karena terpaksa, namun Alif mulai menyukai kehidupan di pondok. Terlebih lagi, ia sangat menikmati hidup persahabatannya dengan Sahibul Menara – sebuah sebutan penghuni Pondok Madani  terhadap Alif dan 5 teman lainnya – yang selalu berkumpul di bawah menara tertinggi di Pondok Madani. Mereka adalah Said, Baso, Raja, dan Atang.  

Persahabatan lekat yang dijalin bersama sangat cukup menjadi penghiburan bagi Alif. Tapi di satu sisi ada kegelisahan mengetahui teman baiknya – Randai – sudah masuk SMA terbaik yang pernah mereka idamkan bersama, sudah melewati masa SMA dengan penuh tawa, dan dengan bahagia berhasil merebut impian mereka tertinggi: masuk universitas di ITB. Pertanyaan “jadi apa aku nanti?” terus terngiang dalam kepalanya mengingat ijazah PM tidak diakui walaupun sangat diakui di luar negeri.